Minggu, 25 Januari 2026
Umum  

Apa itu Bipolar dan Gejalanya, Bisakah Disembuhkan?

Apa itu Bipolar dan Gejalanya, Bisakah Disembuhkan?
Ilustrasi Bipolar. Foto: Liputan6.com

Apa Itu Bipolar dan Gejalanya?
Gejala Bipolar

Penyakit Bipolar Disorder

Untuk menerima diagnosis gangguan bipolar, anda harus mengalami setidaknya satu periode mania atau hipomania. Keduanya melibatkan perasaan kegembiraan, impulsif, dan energi tinggi. Beberapa orang dengan gangguan bipolar juga mengalami episode depresif berat.

  1. Mania

Sebuah episode mania sering melibatkan emosi yang tinggi. Anda mungkin merasa bersemangat, impulsif, euforia, dan penuh energi. Anda mungkin juga merasa gelisah atau melihat pikiran anda seolah berpacu. Beberapa orang juga mengalami halusinasi dan gejala psikosis lainnya.

Episode manik dapat melibatkan perilaku yang lebih impulsif dari biasanya, seringkali karena Anda merasa tak terkalahkan atau tak tersentuh. Contoh perilaku semacam ini yang sering dikutip meliputi:

Baca jugaUsai Mengalahkan Timnas Singapura, Begini Suasana di Ruang Ganti Timnas Indonesia

– Berhenti dari pekerjaanmu secara tiba-tiba

– Melakukan perjalanan sendiri tanpa memberi tahu siapa pun

– Melakukan investasi besar dengan iseng

– Mengemudi lebih cepat dari biasanya, jauh di atas batas kecepatan

– Berpartisipasi dalam olahraga ekstrem yang biasanya tidak Anda pertimbangkan

  1. Hipomania

Hypomania umumnya terkait dengan gangguan bipolar II, melibatkan banyak gejala yang sama, meskipun tidak terlalu parah. Tidak seperti mania, hipomania sering kali tidak menyebabkan masalah di tempat kerja atau sekolah, atau dalam hubungan anda.

Episode hipomania tidak melibatkan psikosis. Mereka biasanya tidak akan bertahan selama episode mania atau memerlukan perawatan rawat inap. Dengan hipomania, anda mungkin merasa sangat produktif dan berenergi, tetapi anda mungkin tidak melihat perubahan lain dalam suasana hati anda.

Orang yang tidak mengenal anda dengan baik mungkin juga tidak. Namun, orang-orang terdekat anda biasanya akan menangkap perubahan suasana hati dan tingkat energi anda.

  1. Episode depresi mayor
  Oknum Kejari Palu Tertangkap Miliki Sabu

Perubahan suasana hati yang turun dapat membuat anda merasa lesu, tidak termotivasi, dan sedih. Episode depresi berat terkait bipolar akan melibatkan setidaknya lima dari gejala ini:

– Suasana hati rendah yang berlangsung lama, ditandai dengan kesedihan yang mendalam, keputusasaan atau perasaan hampa

– Kehilangan energi

– Perasaan merasa lebih lambat dari biasanya atau kegelisahan terus-menerus

– Kurangnya minat pada aktivitas yang pernah Anda nikmati

– Periode terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur

– Rasa bersalah atau tidak berharga

– Masalah dengan berkonsentrasi, fokus, dan membuat keputusan

– Pikiran tentang kematian, sekarat, atau bunuh diri

– Perubahan nafsu makan atau berat badan

Tidak semua orang dengan gangguan bipolar mengalami episode depresi berat, meskipun banyak orang mengalaminya. Tergantung pada jenis gangguan bipolar anda, anda mungkin hanya mengalami beberapa gejala depresi, bukan lima gejala yang diperlukan untuk satu episode besar.