Senin, 12 Januari 2026

Asfar Bersiap Nakhodai Karang Taruna Kabupaten Morowali

asfar bersiap nakhodai karang taruna kabupaten morowali
Asfar bersiap nakhodai Karang Taruna Kabupaten Morowali. Foto: Ist

Morowali, Teraskabar.id – Tokoh muda yang tengah mendapat perhatian publik di Kabupaten Morowali, Asfar, SE., semakin melejit. Kini disebut Asfar bersiap nakhodai Karang Taruna Kabupaten Morowali. Wacana ini berkembang cepat di kalangan pemuda. Selain itu, diskusi tersebut muncul seiring meningkatnya aktivitas kemasyarakatan yang selama ini ia jalankan.

Isu tersebut kemudian terkonfirmasi. Teraskabar menghubungi langsung Asfar yang juga dikenal sebagai Ketua Tim Kerja Iksan Bersama Rakyat (IBR). Asfar menyampaikan sikapnya secara terbuka. Ia menegaskan tidak memiliki ambisi pribadi. Namun demikian, ia menyatakan kesiapan jika organisasi memberikan amanah kepadanya.

“Sekarang ini kita bersiap dulu, karena kita juga belum tahu kapan Karang Taruna akan menggelar Temu Karya,” ujar Asfar, Senin (15/12/2025).

Asfar Bersiap Nakhodai Karang Taruna: Menunggu Momentum Temu Karya

Asfar Bersiap Nakhodai Karang Taruna dengan pendekatan yang terukur. Ia menjelaskan bahwa Temu Karya merupakan forum musyawarah tertinggi dalam struktur Karang Taruna. Oleh karena itu, seluruh proses harus menunggu forum resmi tersebut. Ia menilai kesiapan penting, tetapi ketepatan momentum jauh lebih utama.

Lebih lanjut, Asfar menjelaskan bahwa Temu Karya memiliki kewenangan strategis. Forum ini berwenang memilih Ketua Karang Taruna Kabupaten. Selain itu, Temu Karya juga menyusun dan menetapkan program kerja organisasi untuk periode berikutnya.

Tak hanya itu, Temu Karya berfungsi mengevaluasi kepengurusan sebelumnya. Forum ini juga menetapkan rekomendasi organisasi sebagai arah gerak Karang Taruna ke depan. Karena itu, Asfar menegaskan pentingnya menghormati mekanisme organisasi yang berlaku.

Fokus pada Persiapan dan Gagasan

Asfar bersiap nakhodai Karang Taruna dengan menyiapkan gagasan substantif. Ia menilai Karang Taruna harus bergerak aktif dan relevan. Menurutnya, organisasi kepemudaan tidak boleh terjebak pada kegiatan seremonial semata.

  Asfar dan Bayang-Bayang Kekuasaan: Antara Strategi dan Kontroversi (Bagian 1)

Ia ingin Karang Taruna hadir langsung di tengah masyarakat. Karena itu, ia mendorong program pemberdayaan pemuda yang menyentuh kebutuhan riil. Program tersebut, kata Asfar, harus mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian pemuda.

Selain itu, Asfar menekankan pentingnya kolaborasi. Ia menilai Karang Taruna perlu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas sosial. Kolaborasi tersebut diyakini mampu memperkuat peran organisasi dalam pembangunan sosial.

Ia juga mendorong kepemimpinan partisipatif. Menurutnya, pengurus harus membuka ruang dialog dan ide. Dengan cara itu, Karang Taruna dapat bergerak dinamis dan adaptif.

Wacana Asfar bersiap nakhodai Karang Taruna tentu saja harus dimaknai sebagai langkah positif. Asfar dikenal memiliki pengalaman dan jejaring sosial yang menjadi modal penting. Publik tentu berharap kepemimpinan Karang Taruna Kabupaten Morowali ke depan semakin aktif, inklusif, dan berdampak bagi pemuda, terlepas siapapun nakhodanya. (Ghaff/Teraskabar).