Morowali, Teraskabar.id– Nama Asfar kian sering terdengar dalam berbagai perbincangan politik lokal Kabupaten Morowali, terutama pasca Pilkada 2024 yang mengantarkan pasangan Iksan Baharudin Abdul Rauf dan Iriane Iliyas sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Di balik kemenangan tersebut, ada satu sosok muda yang turut memegang peran strategis sebagai Ketua Tim Pemenangan IBR (Iksan Bersama Rakyat), yakni Asfar, politisi muda yang sempat berkiprah di Partai Nasdem.
Asfar bukan wajah baru di gelanggang politik. Ia pernah menjadi Calon Anggota Legislatif pada Pemilu 2024, meski belum berhasil merebut kursi parlemen. Perjalanan politiknya tidak berhenti di situ. Alumni Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasdem ini tetap konsisten dalam perannya sebagai aktivis politik muda yang militan, terutama dalam membangun narasi perubahan di Morowali.
Langkah politiknya mencapai momentum penting saat dipercaya memimpin barisan pemenangan pasangan Iksan – Iriane dalam Pilkada Morowali 2024. Lewat struktur tim yang solid dan strategi yang masif, IBR berhasil memenangkan kontestasi dan mengantarkan pasangan bertagline “IKLAS” ke tampuk kekuasaan.
Kemenangan itu ditandai dengan pelantikan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Jakarta. Di balik sorotan kamera dan euforia pendukung, nama Asfar terus melejit. Tak hanya sebagai politisi muda yang berhasil mengantarkan jagoannya, tapi juga sebagai figur yang dianggap memiliki kedekatan khusus dengan Bupati terpilih.
Namun, kedekatan itu tak melulu menuai pujian. Asfar mulai diterpa sejumlah isu miring. Ia disebut-sebut sebagai “Bupati Swasta”, tudingan yang dialamatkan padanya karena dinilai memiliki pengaruh besar terhadap berbagai kebijakan strategis pemerintahan, termasuk dalam pengelolaan investasi dan penanganan proyek-proyek daerah.
Isu tersebut terus bergulir di ruang publik, sebagian menyambutnya dengan sorotan tajam, sebagian lainnya menganggapnya sebagai bentuk kecemburuan politik atas naiknya seorang figur muda di lingkaran kekuasaan.
Asfar sendiri hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait berbagai tudingan itu. Namun dalam sejumlah kesempatan, ia menegaskan bahwa seluruh langkah politiknya semata-mata untuk mendukung visi besar kepala daerah terpilih dalam membangun Morowali yang lebih inklusif, maju, dan berpihak pada rakyat.
“Saya hanya menjalankan peran saya sebagai bagian dari tim pemenangan yang kini turut bertanggung jawab menjaga arah pembangunan daerah sesuai janji kampanye,” ujarnya singkat kepada Teraskabar, Selasa (5/8).
Di tengah berbagai isu yang menerpanya, Asfar tetap melangkah. Sosoknya menjadi simbol baru kebangkitan politisi muda Morowali, yang teruji dalam kompetisi, ditempa di akademi partai, dan kini berada di lingkaran strategis pemerintahan. Waktu yang akan membuktikan apakah ia mampu menjadikan kedekatannya dengan kekuasaan sebagai instrumen perubahan atau justru jebakan kekuasaan itu sendiri. (Ghaff/Teraskabar)
[DILARANG KERAS MENDUPLIKASI KESELURUHAN ATAU SEBAGIAN ISI ARTIKEL INI UNTUK TUJUAN APAPUN TANPA IZIN TERTULIS DARI TERASKABAR.ID)







