Rabu, 20 Mei 2026
Home, Sport  

Askab PSSI Morowali Cetak Sejarah, Turnamen Sepakbola Wanita Resmi Digelar

Askab PSSI Morowali Cetak Sejarah, Turnamen Sepakbola Wanita Resmi Digelar
Ketua Askab PSSI Morowali, Gafar Hilal, SP. Foto : Istimewa

Morowali, Teraskabar.id – Askab PSSI Kabupaten Morowali resmi menyelenggarakan Turnamen Sepak Bola Wanita (TSBW) pertama di Kabupaten Morowali, pada Ahad sore (3/8/2025), bertempat di Lapangan Sepak Bola Desa Bahoruru, Kecamatan Bungku Tengah, Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, dan akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan dengan melibatkan 19 klub sepak bola wanita dari berbagai wilayah di Morowali.

Hadir dalam acara pembukaan, Ketua Askab PSSI Kabupaten Morowali Gafar Hilal, SP., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Morowali Muhammad Amin, ST., serta Sekretaris Umum KONI Morowali, Machsyar Mahdin. Para pejabat ini kompak memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan turnamen sebagai salah satu langkah awal membangun fondasi sepak bola wanita di daerah.

Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pelaksanaan turnamen yang menjadi simbol kebangkitan sepak bola wanita di Morowali. Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pengembangan olahraga ini, termasuk dalam hal dukungan anggaran.

“Sepak bola bukan hanya milik laki-laki. Ini adalah ruang yang juga harus terbuka luas bagi perempuan. Melalui turnamen ini, kita telah membuka pintu itu. Dan InsyaAllah, kami dari pemerintah daerah akan berupaya mendorong ketersediaan anggaran agar pembinaan sepak bola wanita di Morowali bisa berjalan lebih baik ke depan,” kata Iriane.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Morowali, Gafar Hilal, SP., dalam sambutannya menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan amanah langsung dari PSSI pusat serta Asprov PSSI Sulawesi Tengah dan telah tercatat dalam kalender kegiatan resmi asosiasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata bersifat seremonial atau hiburan belaka.

“Turnamen ini awalnya hanya dirancang sebagai ajang sosialisasi untuk membangun minat dan memperkenalkan kembali sepak bola wanita. Tapi di luar dugaan, antusiasme yang muncul begitu besar. Kami menerima pendaftaran dari 19 klub wanita yang tersebar di berbagai wilayah di Morowali. Ini pertanda bahwa minat perempuan terhadap sepak bola terus tumbuh,” ujar Gafar.

  Kehadiran FMKI Morowali: Gafar Hilal Dorong Perlindungan Hak Masyarakat

Menurutnya, kompetisi ini harus dijadikan titik tolak untuk pembinaan yang lebih serius dan berkelanjutan. “Kita tidak bisa lagi memandang sepak bola wanita sebagai pelengkap. Ini adalah ruang prestasi yang harus kita siapkan dengan baik,” tambahnya.

Gafar yang juga adalah legislator Partai Nasdem ini menyebutkan, dengan dibunyikannya peluit pertama dan tendangan bola pembuka, turnamen ini resmi dimulai dan menjadi bukti bahwa sepak bola wanita kini mulai mendapatkan tempat yang layak di hati publik Morowali.

“Apa yang kita lakukan ini bukan untuk mencari kesenangan atau mencari keramaian dan bukan sekedar untuk menciptakan euforia semata. Tapi ini merupakan langkah awal kita dalam membangun sepak bola wanita yang ada di Kabupaten Morowali. Turnamen ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga menjadi simbol bahwa perempuan Morowali siap untuk tampil, bersaing, dan mengukir prestasi lewat sepak bola. Dan dari desa kecil Bahoruru, sebuah awal baru pun dimulai,” pungkasnya. (Ghaff/Teraskabar)