Ia menginstruksikan kepada satuan pendidikan untuk melihat kompetensi peserta didik dalam hal memahami bahasa indonesia.
“Kemampuan bahasa indonesia kita masih sangat kurang, oleh karena itu bagaimana kita memahami, kaidah berbahasa, memahami kemampuan kita mendengarkan, menyimak, struktur bahasa seperti apa, dan kemudian kemampuan kita berbicara, menulis, dan membaca,” ujarnya.
Baca juga : Siswi SMP Digilir 13 Pemuda di Tojo Unauna
Kasubag Umum Balai Bahasa Sulteng, Anita Yudistira, S.S. dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada kepala SMP serta para guru IT yang telah meluangkan waktunya untuk dapat mengikuti kegiatan ini.
Ia juga berharap agar kepala SMP dapat mengawal tes UKBI di sekolah karena nilai UKBI menjadi bahan evaluasi kompetensi kebahasaan siswa.
“Biasakan siswa mengikuti UKBI agar siswa kita tidak kaget lagi untuk mengikuti tes serupa,” kata Anita.
Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan sekolah agar memanfaatkan tes UKBI sebagai alat ukur keterampilan berbahasa Indonesia yang memiliki kualitas sangat baik. Dan, sekolah dengan peserta terbanyak akan memperoleh apresiasi dari Kemendikbudristek.
Target peserta UKBI tahun 2023 adalah 1.096 siswa. Ia berharap semoga tahun ini, siswa SMP se-Kota Palu bisa mengikuti tes UKBI Adaptif merdeka secara berkesinambungan.
“Kami berharap dukungan dari bapak kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Palu beserta para kepala SMP. (teraskabar)







