Senin, 12 Januari 2026

Banjir di Wani Donggala: 2 Jembatan Putus, 3 Rumah Hanyut, 16 KK Terdampak

Banjir di Wani Donggala: 2 Jembatan Putus, 3 Rumah Hanyut, 16 KK Terdampak
Detik-detik rumah terseret arus banjir di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Ahad (11/1/2026). Foto: Tangkapan layar

Palu, Teraskabar.id – Banjir bandang di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, pada Ahad (11/1/2026), menyebabkan dua jembatan putus dan tiga rumah hanyut terseret arus banjir.

Banjir bandang melanda Desa Wani setelah wilayah tersebut diguyur curah hujan dengan intensitas cukup tinggi sejak sejak pukul 13.30 Wita, menyebabkan air sungai meluap. Tiga rumah yang berada di sekitar daerah aliran Sungai Desa Wani terseret arus sungai.

Peristiwa ini ramai beredar di media sosial setelah salah seorang warga merekam proses tiga rumah warga terseret arus banjir. Dalam video berdurasi 1 menit 7 detik itu terlihat detik detik tiga rumah warga terseret arus banjir bandang. Bahkan, salah satu atap rumah warga yang hanyut sempat tersangkut di mulut jembatan dan menyembul ke atas jembatan, lalu kembali tersedot arus banjir lantas menghilang tertelan banjir bandang.

Menindaklanjuti laporan warga, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu beserta unsur potensi SAR tiba di Desa Wani sekitar pukul 15.20 Wita. Selanjutnya berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

“Tim SAR gabungan kemudian melaksanakan Briefing kekuatan tim, kesiapan alut dan pembagian tugas serta petunjuk keselamatan kerja sesuai standar operasional prosedur Basarnas,” kata Kepala Pertolongan dan Pencarian Palu, Moh. Rizal, S.H melalui keterangan tertulis, Ahad malam (11/1/2026).

Pukul 15.30 wita tim SAR Gabungan melakukan assesment di LKP dan melaksanakan evakuasi terhadap korban terdampak. Data yang diperoleh di lapangan menyebutkan bahwa 16 kepala keluarga terdampak bencana banjir bandang di Desa Wani. Sebanyak 3 unit rumah hanyut, 2 jembatan putus serta satu unit Puskesmas terdampak.

Hasil assesmen dan koordinasi dengan pemerintah setempat pada pukul 18.30 Wita, bahwa situasi banjir sudah surut dan cuaca di lokasi cerah.

  Gubernur Siapkan Solusi Hulu-Hilir Tangani Banjir Donggala

Karena situasi di Lokasi banjir sudah kondusif maka pada pukul 19.00 Wita, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup. Unsur potensi SAR yang terlibat terdiri Tim Rescue KPP Palu, Polairud, Bhabinsa, Bhabinkamtibnas, pemerintah desa setempat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. (red/teraskabar)