Minggu, 19 April 2026
News  

Begini Keseruan Peserta Semiloka YLBH APIK Sulteng di Hari Kedua

Begini Keseruan Peserta Semiloka YLBH APIK Sulteng di Hari Kedua
Kelompok 1 yang terdiri jurnalis di Palu dan pegiat YLBH APIK Sulteng bersiap mempresentasikan kerangka rancangan media sibernya pada Semiloka Membangun Kesagaran Media Pemberitaan/Postingan yang Ramah HAM dan Keberagaman, Selasa (16/11/2022) di Hotel Santika Palu. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id– Keseruan mewarnai kegiatan semiloka yang dilaksanakan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum  Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (YLBH APIK)  Sulawesi Tengah, terutama sebelum memasuki sesi penghujung kegiatan pada Selasa (16/11/2022).

Para peserta, narasumber dan fasilitator  dipacu untuk mengkreasikan pengetahuannya secara kolaborasi dengan membuat simulasi media online, lengkap dengan nama media dan struktur redaksinya. Termasuk isu garapan dan rubrikasi media tersebut, untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman materi yang telah diperoleh selama dua hari pelaksanaan, Senin – Selasa (15-16/11/2022) di Hotel Santika Palu, Sulawesi Tengah.

Begini Keseruan Peserta Semiloka YLBH APIK Sulteng di Hari Kedua
Begini Keseruan Peserta Semiloka – Kelompok 2 yang terdiri jurnalis di Palu dan pegiat YLBH APIK Sulteng mendiskusikan rancangan media yang akan mereka buat pada Semiloka Membangun Kesagaran Media Pemberitaan/Postingan yang Ramah HAM dan Keberagaman, Selasa (16/11/2022) di Hotel Santika Palu. Foto: Istimewa

Hasil rancangan media yang dibuat dalam bentuk media siber, kemudian diperlombakan. Dua kelompok saling berlomba mengkreasikan rancangan media onlinennya, kemudian mempresentasikannya melalui perwakilan yang ditunjuk oleh masing-masing kelompoknya.

Baca juga : Gema Lentera Peduli Tadulako Gelar Media Gathering, Bahas Penulisan Berita Perspektif gender

Keseruan mulai terlihat saat proses pembuatan simulasi media hingga presentasi.  Seluruh peserta yang dibagi dalam dua kelompok, coba menerapkan pengetahuan dan pengalamannya  selama bertugas sebagai jurnalis. Bahkan, dari dua kelompok  tersebut memaparkan struktur redaksi, latar belakang pemilihan isu garapan hingga pemilihan nama-nama rubrikasi. Dan, dari perwakilan dua kelompok tersebut, seluruhnya mempresentasikan secara sempurna ibarat awak media mainstream sedang rapat redaksi.

Semiloka membangun kesadaran media dalam mendorong upaya pemenuhan kelompok rentan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dihadiri puluhan jurnalis dari media cetak dan siber di Kota Palu. Mereka antusias mengikuti kegiatan yang dikemas dalam bentuk menarik karena melibatkan secara aktif para peserta yang pada umumnya jurnalis perempuan.

Kegiatan di hari kedua dimulai dengan paparan materi oleh  Sabda Tarotrinarta. Di sesi ini, Taro panggilan akrabnya, mengajak para jurnalis untuk mereview materi hari pertama yang dikaitkan dengan peran jurnalis perempuan pada tugas peliputan keseharian.

  Puncak Acara HUT ke-51, Basarnas Bertekad Terus Memberikan Pelayanan Terbaik

Baca jugaGenre Solusi Atasi 3 Masalah Remaja

Salah seorang wartawan dari Harian Sulteng Raya, Jane Lestary, mencoba berbagi pengalaman untuk penguatan mitigasi peliputan bagi jurnalis perempuan. Sebab,  bagi Jane panggilan akrabnya, seluruh desk peliputan memiliki tantangan tersendiri bagi setiap jurnalis perempuan.

Materi selanjutnya dipaparkan oleh Ikerniaty. Praktisi media ini mengulas materi tentang Peran Media dalam Pemberitaan Inklusi dalam persfektif Kerentanan Perempuan sebagai Jurnalis. Sebagai jurnalis yang pernah berkecimpung mulai dari media kampus hingga media mainstream di Kota Palu, mengakui jurnalis perempuan lebih berat tantangannya saat peliputan di lapangan.

“Saya pernah meliput di suatu daerah, soal letak cincin saja di jari akan menjadi perhatian masyarakat sekitar,” kata Iker panggilan akrabnya. (teraskabar)