Morowali, Teraskabar.id – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Morowali meluncurkan program beasiswa untuk mahasiswa ekonomi lemah. Program ini merupakan kolaborasi dengan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam penjelasannya kepada media, Muslimin Dg Masiga, S.An selaku Ketua BPC HIPMI Morowali mengutarakan bahwa program ini adalah wujud nyata dari kepedulian HIPMI terhadap dunia pendidikan, terkhusus kepada mahasiswa berlatar belakang ekonomi lemah.
Untuk dapat mengakses program ini, calon penerima beasiswa adalah mahasiswa baru Strata 1 (S1) Universitas Tadulako (Untad) Palu dengan beberapa persyaratan yakni, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Morowali dan Kartu Mahasiswa.
Selain itu, calon penerima manfaat juga harus menunjukkan Ijazah SMA/SMK/MA dan Surat Keterangan Ekonomi Lemah atau Surat Keterangan Tidak Mampu dari desa atau kelurahan.
Program ini dibuka pendaftarannya mulai tanggal 3 Juni 2025 dan ditutup pada 9 Juni 2025. Semua calon penerima yang telah mendaftarkan diri kemudian akan diseleksi pada tanggal 10-12 Juni 2025 dan pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 13 Juni 2025.
Hal tersebut disampaikan oleh penanggungjawab program, Abdul Rahman Masruhim, S.ST., yang juga adalah Ketua Bidang XI Pendidikan, Riset dan Inovasi, Ketenagakerjaan, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPC HIPMI Morowali.
“Bagi mahasiswa yang berminat dapat melakukan pendaftaran di Sekretariat BPC HIPMI Morowali di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali atau dapat menghubungi saya di nomor 085246794389,” terangnya.
Dihubungi terpisah, Bakhtiar (40), salah seorang warga dari Kecamatan Witaponda, mengatakan bahwa program ini merupakan semangat baru bagi anak-anak Morowali untuk terus melanjutkan pendidikannya sekalipun berada pada posisi latar belakang ekonomi yang kurang mampu.
“Sebagai warga, sebagai orang tua, saya sangat mendukung program dari BPC HIPMI Morowali ini. Program ini merupakan terobosan yang hebat dan sangat membantu orang tua yang ingin melanjutkan pendidikan anaknya di bangku kuliah,” tutur Bakhtiar.








