Jumat, 23 Januari 2026

Bupati Morowali Bangun Dialog dengan Mahasiswa

bupati morowali bangun dialog dengan mahasiswa
Iksan Baharudin Abdul Rauf, Bupati Morowali bangun dialog dengan mahasiswa. Suasana mengalir penuh keakraban, Sabtu ((20/12/2025). Foto: Dokist

Morowali, Teraskabar.id – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, terus memperkuat komunikasi dengan mahasiswa. Setelah sebelumnya menyapa mahasiswa di Palu dan Makassar, kali ini ia menyambangi mahasiswa Morowali di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (20/12/2025). Melalui langkah ini, Bupati Morowali bangun dialog secara langsung dan terbuka.

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun serius. Mahasiswa menyambut agenda tersebut dengan antusias. Diskusi berjalan aktif. Setiap gagasan mengalir tanpa sekat. Pemerintah daerah menunjukkan kesungguhan mendengar aspirasi generasi muda.

Bupati Morowali Bangun Dialog sebagai Ruang Aspirasi Mahasiswa

Ketua Paguyuban Himpunan Pelajar Mahasiswa Morowali Kendari (HPMMK) Sulawesi Tenggara, Rahmat Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kehadiran bupati. Ia menilai kehadiran langsung kepala daerah mencerminkan kepemimpinan yang inklusif.

Menurut Rahmat, dialog langsung memberi ruang partisipasi yang sehat. Mahasiswa merasa dihargai. Selain itu, komunikasi dua arah mendorong lahirnya kepercayaan antara pemerintah dan mahasiswa.

Rahmat juga menyoroti program pendidikan yang selama ini berjalan. Ia menyebut bantuan sosial bagi mahasiswa dan pelajar kurang mampu memberikan dampak nyata. Bantuan tersebut membantu keberlanjutan studi mahasiswa.

Ia menegaskan bantuan pendidikan senilai Rp12 juta sangat meringankan beban ekonomi keluarga. Program itu, menurutnya, menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah kepada rakyat kecil. Oleh karena itu, mahasiswa merasakan kehadiran negara dalam kehidupan mereka.

Lebih lanjut, Rahmat menilai kepemimpinan Bupati Morowali mencerminkan prinsip demokrasi. Ia melihat pemimpin hadir dari rakyat, bekerja bersama rakyat, dan mengabdi untuk rakyat. Penilaian tersebut muncul dari pengalaman langsung mahasiswa.

Selain itu, Rahmat menambahkan bahwa Bupati Morowali bangun dialog bukan sekadar agenda simbolik. Dialog tersebut menjadi forum bertukar ide, menyampaikan kritik, serta merumuskan solusi pembangunan.

  PT Vale dan Pemangku Kepentingan Komitmen Berdayakan Tenaga Kerja dan Pengusaha Lokal Kolaka

Ia juga mengapresiasi sikap bupati yang aktif turun ke lapangan. Menurutnya, pemimpin yang melihat langsung kondisi masyarakat akan lebih memahami persoalan nyata. Sikap itu mencerminkan kepedulian dan nilai kemanusiaan.

Meski demikian, Rahmat menyampaikan harapan evaluatif. Ia berharap pemerintah dapat memperpanjang durasi dialog pada pertemuan selanjutnya. Waktu diskusi yang terbatas membuat sebagian gagasan belum tersampaikan secara utuh.

Rahmat menilai pembahasan mengenai masa depan Morowali membutuhkan ruang yang lebih luas. Dengan waktu yang cukup, mahasiswa dapat menyampaikan pandangan secara lebih mendalam dan terarah.

Pertemuan di Kendari ini menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi bupati dengan mahasiswa Morowali di berbagai daerah. Sebelumnya, agenda serupa terlaksana di Palu dan Makassar. Seluruh pertemuan itu menunjukkan konsistensi komunikasi pemerintah daerah.

Melalui agenda ini, Bupati Morowali bangun dialog sebagai strategi memperkuat partisipasi publik. Pemerintah daerah menempatkan mahasiswa sebagai bagian strategis pembangunan.

Ke depan, Bupati berharap dialog semacam ini terus berlanjut. Dengan demikian, diharapkan dapat melahirkan gagasan progresif. Pada akhirnya, Bupati Morowali bangun dialog demi mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. (Ghaff/Teraskabar).