Senin, 12 Januari 2026

Bupati Morowali Letakkan Batu Pertama di SDN 1 Puntari Makmur

Bupati Morowali Letakkan Batu Pertama di SDN 1 Puntari Makmur
Bupati secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan dua ruang belajar baru di SD Negeri 1 Puntari Makmur, Kecamatan Witaponda, Kamis (19/6/2025). Foto: IKP

Morowali, Teraskabar.id – Di tengah tantangan pemerataan fasilitas pendidikan di wilayahnya, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Raufmenegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi konkret. Kamis (19/06/25), Bupati secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan dua ruang belajar baru di SD Negeri 1 Puntari Makmur, Kecamatan Witaponda.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam menjawab kebutuhan akan ruang kelas yang memadai sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat fondasi pendidikan dasar di Morowali.

“Harapan saya, pembangunan ruang belajar ini bisa menjadi pemicu untuk meningkatkan mutu sekolah. Mari kita kawal pendidikan bersama-sama agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi unggul,” tegas Iksan.

Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menyampaikan sambutan pada peletakan batu pertama pembangunan dua ruang belajar baru di SD Negeri 1 Puntari Makmur, Kecamatan Witaponda, Kamis (19/6/2025). Foto: IKP

Ia juga mendorong para guru dan kepala sekolah untuk tidak berhenti mengembangkan potensi siswa, terutama mereka yang memiliki bakat dan kemampuan istimewa.

“Anak-anak yang punya bakat, tolong diarahkan dan dikembangkan sampai ke jenjang SMP dan SMA. Kita harus berani mempersiapkan mereka untuk bersaing di tingkat nasional,” lanjutnya.

Kehadiran dua ruang belajar ini disambut positif oleh komunitas sekolah, namun tantangan masih tersisa. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali, Amir Aminuddin, mengungkapkan bahwa SDN 1 Puntari Makmur masih mengalami kekurangan ruang kantor bagi guru dan staf. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan rencana lanjutan.

“Insya Allah, kekurangan ini akan kami bahas lebih lanjut untuk dapat diakomodasi melalui APBD-P. Yang terpenting, pembangunan berkelanjutan di sektor pendidikan tetap menjadi prioritas,” ujar Amir.

Solusi tak hanya berhenti pada pembangunan fisik. Kegiatan tersebut turut dimeriahkan oleh penampilan seni budaya dari siswa-siswi sekolah, seperti tarian Panyem Brahma, yang memperlihatkan potensi kreatif anak-anak Morowali jika diberi ruang berkembang.

  Asia ESG PIA 2025, PT Vale Raih Gold Kategori Biodiversity Conservation

Peninjauan langsung ke ruang-ruang kelas oleh Bupati dan rombongan menjadi penutup kunjungan kerja tersebut. Langkah ini memperkuat harapan akan lahirnya model pengelolaan pendidikan yang lebih kolaboratif, partisipatif, dan solutif di Kabupaten Morowali.

Pembangunan dua ruang belajar di SDN 1 Puntari Makmur dapat menjadi contoh bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat bisa melahirkan solusi nyata. Diperlukan kesinambungan, dukungan anggaran, serta pengawasan bersama agar proyek ini tidak hanya selesai, tapi juga berdampak langsung bagi siswa dan tenaga pendidik.

Dengan visi ini, pemerintah daerah tak hanya membangun ruang belajar, tapi juga masa depan Morowali yang lebih cerdas dan merata. (Ghaff/Teraskabar)