Sabtu, 24 Januari 2026

Bupati Parigi Moutong Paparkan Capaian dan Tantangan Astacita Nasional di Rakor Sulteng

Bupati Parigi Moutong Paparkan Capaian dan Tantangan Astacita Nasional di Rakor Sulteng
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase didampingi para Kepala OPD pada Rakor dan Evaluasi Pelaksanaan Program Astacita Presiden dan Wakil Presiden bersama seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tengah yang berlangsung di Hotel Estrella, Luwuk Banggai, Senin (17/11/2025). Foto: Kominfo Parimo

Luwuk, Teraskabar.id – Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase paparkan capaian dan berbagai tantangan yang dihadapi Parigi Moutong dalam pelaksanaan program Astacita Nasional.

Paparan tersebut disampaikan Bupati Erwin Burase saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program Astacita Presiden dan Wakil Presiden bersama seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tengah yang berlangsung di Hotel Estrella, Luwuk Banggai, Senin (17/11/2025). Kehadiran Bupati didampingi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan agenda prioritas nasional berbasis Astacita.

Rakor tersebut dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., yang menegaskan pentingnya sinkronisasi program daerah dengan kerangka pembangunan nasional. Gubernur menekankan bahwa penyusunan RPJMD 2025–2030 harus mengacu pada delapan cita pembangunan nasional, serta menambahkan bahwa dukungan anggaran pusat akan diberikan kepada daerah yang konsisten mengimplementasikan program prioritas Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam paparan Bupati Erwin Burase di hadapan Gubernur, Forkopimda Provinsi, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, ia menyoroti sejumlah progres strategis di daerahnya, mulai dari ketahanan pangan, penurunan angka kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi, penguatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga kesiapan digitalisasi layanan publik.

Meski demikian, Bupati Erwin juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih perlu mendapat perhatian, termasuk keterbatasan kapasitas produksi pangan lokal, kebutuhan peningkatan infrastruktur layanan dasar, percepatan integrasi data daerah, serta kebijakan ruang fiskal yang masih perlu diperkuat.

Dalam forum tersebut, gaya kepemimpinan Erwin Burase kembali menjadi sorotan positif. Dalam beberapa bulan terakhir, ia dinilai menghadirkan nafas baru bagi masyarakat Parigi Moutong melalui gaya kepemimpinan yang lugas, cepat, dan berorientasi hasil. Instruksi yang tepat sasaran, pengawasan yang ketat, serta percepatan perubahan birokrasi membuat berbagai program pembangunan di Parigi Moutong bergerak lebih responsif dan terukur.

“Transformasi birokrasi bukan sekadar slogan, tetapi harus tampak dalam tindakan konkret, ketepatan waktu, dan kerja yang terukur,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Parigi Moutong paparkan bahwa kabupaten yang dipimpinnya memastikan komitmen penuh dalam menyelaraskan langkah pembangunan daerah dengan indikator Astacita.

“Kami ingin memastikan bahwa Parigi Moutong bergerak seirama dengan kebijakan Presiden dan Wakil Presiden. Untuk itu, birokrasi harus berubah lebih cepat, lebih responsif, dan berorientasi hasil. Setiap OPD saya minta menyesuaikan langkahnya dengan indikator Astacita dan bekerja secara konkret,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Parigi Moutong akan mempercepat sinkronisasi program di berbagai sektor prioritas, seperti ketahanan pangan, peningkatan SDM, pertumbuhan ekonomi, investasi, digitalisasi pemerintahan, serta layanan dasar kesehatan dan pendidikan.

“Selama kita berada dalam jalur Astacita, peluang dukungan program dan anggaran pusat akan semakin besar,” tambahnya.

Dengan langkah tegas dan terukur tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong kembali menegaskan kesiapan dan komitmennya dalam mendukung implementasi Astacita Presiden dan Wakil Presiden, sekaligus memperkuat posisinya sebagai daerah yang progresif dalam mendukung pembangunan nasional. (red/teraskabar)