Selasa, 13 Januari 2026
Ekbis, Home  

Cerita Karyawan Tambang di Morowali Akui Sulit Mengakses Kredit Perbankan

Cerita Karyawan Tambang di Morowali Akui Sulit Mengakses Kredit Perbankan
Kantor Cabang Bank Mandiri. Foto: Erny

Bahodopi, Teraskabar.id-Sejumlah  karyawan perusahaan tambang yang bekerja di beberapa perusahaan tambang yang tersebar di wilayah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mengeluhkan kesulitan mereka untuk mengakses kredit perbankan.

Mereka telah mengajukan permohonan pengajuan kredit beberapa bulan sebelumnya namun belum ada informasi dari pihak Bank Mandiri Cabang Bungku maupun Cabang Bahodopi kapan proses pengajuan mereka bisa disetujui.

“Saya mengajukan permohonan pinjaman kredit di PT Bank Mandiri Cabang Bungku sudah berbulan bulan tetapi belum mendapatkan jawaban dari bagian  kredit Bank Mandiri Bungku. Saat saya antarkan berkas disampaikan nanti dihubungi melalui telpon untuk selanjutnya apakah bisa diproses atau tidak,” kata salah seorang karyawan perusahaan tambang Nikel di Kecamatan Bungku Barat kepada media ini.

Pengajuan permohonan kredit yang sudah begitu lama dan belum ada respon dari pihak perbankan, membuatnya mereka gamang, apakah pengajuannya disetujui atau tidak.

Sementara itu dari pihak  Bank Mandiri Cabang Bungku melalui staf bagian kredit yang tidak mau disebutkan namanya, saat dihubungi media ini melalui telepon seluler pada Jumat (21/3/2025), mengatakan, bahwa pengajuan permohonan kredit karyawan tambang yang diajukan ke PT Bank Mandiri belum bisa diproses untuk sementara, dikarenakan adanya kredit macet dari  karyawan karyawan perusahaan tambang PT DSI  group senilai Rp60 Miliar pada Bank Mandiri.

“Itu yang menyebabkan proses pengajuan kredit karyawan karyawan yang baru  masuk belum mendapat respon,” ujarnya membocorkan ikhwal pengajuan permohonan kredit sejumlah karyawan perusahaan tambang tertunda.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, permohonan tersebut tidak akan disetujui oleh pihak bank untuk semua karyawan dari sektor tambang secara nasional. Dengan pengalaman kredit macet itulah yang menjadi dasar dari pihak Mandiri mengeluarkan kredit. Karena banyak karyawan tambang yang sudah mendapatkan kredit melarikan diri sebelum menyelesaikan pinjaman mereka.

  600 Jiwa Terdampak Banjir di Lingkar Tambang Bahodopi Morowali

“Banyak sudah karyawan karyawan yang sudah dilayani pinjamannya  oleh pihak Bank Mandiri sudah  melarikan diri dari perusahaan dimana  mereka bekerja sebelum kredit pinjaman selesai. Jadi itu juga yang mempengaruhi persetujuan pinjaman karyawan tambang yang baru masuk,” ujarnya.

Sementara itu, Marwa salah satu staf Bagian Kredit Bank Mandiri Cabang Bahodopi yang ditemui oleh media ini pada Rabu (26/3/2025),  mengatakan jika permohonan pengajuan karyawan perusahaan tambang yang sudah masuk sementara diproses, namun belum diinformasikan ke pihak karyawan yang sudah mengajukan pinjaman.

Karena sistim dari pihak bank Mandiri belum terkoneksi dengan pihak perusahaan dimana karyawan karyawan bekerja. Jika sudah terkoneksi maka  pihak Bank Mandiri akan memberitahukan dan menghubungi langsung kepada karyawan yang bermohon.

“Sebagian karyawan yang bermohon kami sudah proses dan cairkan pinjamanya..Untuk yang belum, kami berharap menunggu dan bersabar,” imbuhnya. (erny/teraskabar)