Selasa, 13 Januari 2026
Ekbis, Home  

Dari Tepian Danau Limpasan Tambang, Matano Iniaku Raih Penghargaan Secara Beruntun

Dari Tepian Danau Limpasan Tambang, Matano Iniaku Raih Penghargaan Secara Beruntun

Sorowako, Teraskabar.id – PT Vale Indonesia menjalankan inovasi program pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan, salah satunya adalah Matano Iniaku (*IN*ovasi *I*ntrgrasi *A*lam dan *K*reativitas *U*saha).

Program Matano Iniaku di Dusun Matano, tepian Danau Matano, Luwu Timur, Sulawesi Selatan,  lahir dari pendekatan dialog dan partisipasi masyarakat.  Program ini awalnya dirancang untuk menyelesaikan masalah lingkungan berupa alih fungsi lahan, namun berkembang menjadi solusi yang menyelesaikan masalah sosial dan ekonomi masyarakat.

Selain berhasil merehabilitasi lahan kritis berupa rehabilitasi 200 hektare DAS, meningkatkan debit air Sungai Laa Waa dan menurunkan emisi 22.538 ton CO₂eq, Matano Iniaku juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui pola pertanian polikultur, kegiatan ekowisata, kegiatan pembibitan serta pengolahan hasil pertanian.  Kegiatan tersebut berupa pembentukan empat kelembagaan lokal (Pokdarwis, kelompok tani, KWT, dan Redkar) untuk memastikan keberlanjutan sosial.

Bukan hanya menjadi alternatif pendapatan masyarakat, ekowisata juga menjadi sarana edukasi lingkungan sekaligus insentif bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem danau Matano. Di bidang sosial, inovasi ini memperkuat kohesi masyarakat, memberdayakan kelompok rentan, dan mendorong regulasi desa yang merupakan perubahan tatanan sosial penting untuk pengelolaan dan pelestarian lingkunan.

Selain itu, program ini juga meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan berupa bantuan ambulans speedboat, program air bersih menggunakan sistem pipanisasi air bersih langsung ke rumah-rumah warga, penyediaan  jaringan telekomunikasi, serta perbaikan infrastruktur dasar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Matano Iniaku yang Menginspirasi dari Tepian Danau Limpasan

Sebelumnya, Dusun Matano merupakan wilayah terpencil yang hanya dapat diakses via rakit selama 60 menit, minim  fasilitas kesehatan, dan tanpa jaringan air bersih, belum tersedia jaringan internet dan lahan pertanian terdegradasi akibat pembukaan hutan tanpa pola berkelanjutan.

  Ketua PSI Sulteng: Bandara IMIP Diresmikan Jokowi Info Sesat!

Meskipun wilayah Dusun Matano dikelilingi oleh sumber air bersih alami dari Danau Matano dan aliran Sungai La Waa yang mengalir hingga tepian Danau Matano, masyarakat sebelumnya menghadapi keterbatasan infrastruktur air bersih. Akses ke air layak konsumsi masih minim karena belum adanya jaringan distribusi yang menjangkau rumah-rumah warga.

Dari keterbatasan akses dan minim fasilitas infrastruktur pendukung, PT Vale menunjukkan komitmen yang kuat untuk selalu melihat dan merespons permasalahan yang berkembang di sekitar wilayah operasional, baik yang secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan kegiatan operasi perusahaan.

Melalui program Matano Iniaku, dapat memberikan dampak positif serta mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih berdaya dari tepian danau limpasan tambang, dengan “social capital” yang lebih baik, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Melalui program ini, PT Vale membantu pembangunan sistem pipanisasi yang menyalurkan air bersih langsung ke pemukiman, memastikan setiap keluarga dapat menikmati manfaat sumber daya alam di sekitarnya secara berkelanjutan,

Kini, berkat pendekatan partisipatif bersama masyarakat, desa ini tumbuh menjadi model pemberdayaan yang diakui secara lokal maupun nasional. PT Vale menggabungkan enam pilar modal pembangunan — natural, social, individual, intellectual, infrastructure, dan cultural capital, yang terbukti menciptakan perubahan sistemik di masyarakat.

Dari Tepian Danau Limpasan, Dampak Nyata Matano Iniaku

• Lingkungan Pulih: Rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) seluas 200 hektare, meningkatkan debit air Sungai Laa Waa hingga 0,6 m³/detik, serta menurunkan emisi hingga 22.538 ton CO₂eq.

• Ekonomi Bangkit: Peningkatan pendapatan kelompok rentan hingga Rp 1-4 juta per bulan melalui agroforestri, eco-creative center, dan wisata berbasis alam.

• Akses Dasar Membaik: Penyediaan ambulans speedboat, akses air bersih, dan jaringan telekomunikasi melalui pembangunan menara BTS.

  Sistem Keamanan Bendungan PT Vale Patut Menjadi Contoh

• Kelembagaan Tumbuh: Pembentukan empat kelembagaan lokal — Pokdarwis, KWT, kelompok tani, dan relawan pemadam kebakaran (Redkar) — memperkuat kohesi sosial dan regenerasi pemimpin lokal.

• Budaya Terjaga: Revitalisasi tradisi Padungku dan Jaga Air menumbuhkan rasa bangga sekaligus kesadaran ekologi masyarakat.

Matano Iniaku, Insipirasi Keberlanjutan bagi Negeri

Dengan investasi sosial lebih dari Rp 5 miliar, program ini menciptakan Social Return on Investment (SROI) 1:1,08,  dan berhasil mengantarkan PT Vale Indonesia meraih Subroto Award 2025 pada Bulan Oktober 2025, penghargaan tertinggi sektor ESDM bagi pelaku industri yang berhasil mengintegrasikan keberlanjutan dalam tata kelola bisnis

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Dr. Ing. Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, dan diterima oleh Budiawansyah, Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale.

Endra Kusuma, Direktur Hubungan Eksternal PT Vale Indonesia mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari perjalanan panjang bersama masyarakat dan pemerintah daerah, “Matano Iniaku adalah kisah tentang mendengarkan. Kami belajar bahwa perubahan sejati lahir ketika perusahaan dan masyarakat berjalan bersama, bukan berseberangan. Penghargaan Subroto ini adalah milik seluruh warga Luwu Timur yang telah membuktikan bahwa keberlanjutan bukan konsep, melainkan tindakan.”

Penghargaan Subroto 2025 melalui Program PPM Matano Iniaku, menjadi babak lanjutan dari perjalanan panjang PT Vale dalam mewujudkan praktik pertambangan yang berkelanjutan. Sejak pertama kali menerima Penghargaan Subroto 2018 untuk kategori Manajemen Lingkungan Terbaik, PT Vale terus memperkuat komitmennya terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Tahun-tahun berikutnya menjadi bukti nyata dari konsistensi tersebut: 2019 untuk kategori Perlindungan Lingkungan Pertambangan, 2022 untuk Program Pemberdayaan Masyarakat Terinovatif di bidang Kesehatan, serta 2024 dan 2025 untuk Kinerja Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

  Polisi Menangkap Pelaku Pembunuhan di Salah Satu Kos Kelurahan Nunu, Motifnya Masih Didalami

Program Matano Iniaku kembali meraih penghargaan Indonesian CSR Awards (ICA) 2025. Sebagai bagian dari holding industri pertambangan nasional MIND ID dan mitra strategis pemerintah dalam penguatan praktik pertambangan berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”) menerima penghargaan tersebut dalam seremoni penganugerahan yang berlangsung di Birawa Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Capaian beruntun ini tidak hanya mencerminkan pengakuan atas inovasi yang dihasilkan, tetapi juga menunjukkan bahwa keberlanjutan bagi PT Vale bukanlah proyek sesaat, melainkan budaya kerja yang tertanam dalam setiap aspek operasi perusahaan.

Dari pengelolaan lingkungan hingga pemberdayaan komunitas, PT Vale konsisten menempatkan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi utama untuk menumbuhkan kehidupan — dari danau yang kembali jernih, lahan yang kembali hijau, hingga masyarakat yang semakin berdaya dan optimis menatap masa depan. (red/teraskabar)