Palu, Teraskabar.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan daya beli petani di Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami peningkatan pada bulan April 2024 dibanding bulan sebelumnya, Maret 2024.
Hal itu terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sulawesi Tengah selama April 2024 sebesar 122,94 atau mengalami peningkatan sebesar 3,20 persen dibandingkan NTP bulan Maret 2024 sebesar 119,13. Sedangkan untuk Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) mengalami kenaikan di angka 3,59 persen dari semula sebesar 120,60 menjadi 124,93.
“NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produksi pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi,” kata Kepala BPS Provinsi Sulteng, Simon Sapary pada press rilis BPS awal bulan Mei 2024.
Baca juga: Daya Beli Petani di Sulteng Terus Meningkat di 2023
Berdasarkan data BPS, NTP dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) di tingkat nasional pada bulan April 2024 masing-masing sebesar 116,79 dan 120,25. Sehingga, NTP Provinsi Sulteng lebih tinggi dari nasional sekitar 6,15 poin.
NTP tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 142,76 sedangkan NTP terendah terjadi pada subsektor Perikanan sebesar 94,67.
Sub sektor yang mengalami peningkatan pada bulan April 2024 adalah Holtikultura, Tanaman Perkebunan Rakyat, serta Perikanan. NTP Holtikultura sebesar 137,35 naik sebesar 6,13 persen dibandingkan NTP bulan Maret 2024 sebesar 129,43.
NTP Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 142,76 meningkat 5,30 persen dibandingkan NTP bulan sebelumnya sebesar 135,57.
Baca juga: Akhir TW II 2023, NTP Subsektor Tanaman Pangan Masih di Bawah 100 Poin
Kemudian, NTP Perikanan sebesar 94,67 meningkat 0,38 persen dibandingkan NTP bulan sebelumnya sebesar 94,31.
Sedangkan dua sub sektor lainnya mengalami penurunan pada April 2024 yaitu, Tanaman Pangan dan Peternakan. NTP Tanaman Pangan tercatat 95,79 turun sebesar -1,26 persen dibandingkan bulan Maret 2024 sebesar 97,01. Sementara NTP Peternakan tercatat 104,63 turun -0,07 dibandingkan bulan Maret 2024 sebesar 104,71.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah Nelson Metubun dikutip dari rilis Humas Pemprov Sulteng menjelaskan, penyebab sub sektor Tanaman Pangan mengalami penurunan pada laporan periode ini, diakibatkan situasi iklim yang berubah-ubah (unpredictible).
Selain faktor cuaca, kekurangan pupuk pada pertanaman awal tahun dan serangan hama penyakit pada beberapa sentra juga turut mempengaruhi.
Baca juga: NTP Tiga Subsektor di Sulawesi Tengah Kurang dari 100 persen, Perlu Upaya Serius
Hal itu mempengaruhi Indeks Harga yang Dibayar Petani pada Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) seperti Pupuk, Pestisida, Obat dan Pakan mengalami peningkatan sebesar 0,12 persen yang semula sebesar 122,24 pada Maret 2024 menjadi 122,39 pada April 2024.
Untuk Sub Sektor Hortikultura dilaporkan mengalami kenaikan yang sangat signifikan berkat buah durian.
“Untuk Sub Sektor Hortikultura pada periode ini mengalami peningkatan yang sangat baik, lebih dipengaruhi produksi buah durian. Hal ini juga mempengaruhi nilai ekspor hasil-hasil pertanian Sulawesi Tengah,” jelas Nelson. (teraskabar)






