Sabtu, 24 Januari 2026
Ekbis, Home  

Dekranasda Sulteng Gandeng FFF, Promosikan Batik Bomba di Rehearsal BTN Fashion Week Jakarta

Dekranasda Sulteng Gandeng FFF, Promosikan Batik Bomba di Rehearsal BTN Fashion Week Jakarta
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ikut berpartisipasi pada ajang Rehearsal BTN Fashion Week Ronakultura, Sabtu (31/5/2025), di Jakarta. Foto: Tim Media AH

Jakarta, Teraskabar.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ikut berpartisipasi pada ajang Rehearsal BTN Fashion Week Ronakultura, Sabtu (31/5/2025), di Jakarta.

Langkah ini sebagai upaya Dekranasda Sulteng mempromosikan secara konsisten dan berkesinambungan kain tenun lokal khas daerah ke panggung nasional.

Pada pagelaran kali ini, Dekranasda Sulteng memperkenalkan Batik Bomba, kain tenun asal Kabupaten Donggala kolaborasi dengan desainer asal Sulteng yang kini berkarya di Jakarta, Febry Ferry Fabry atau akrab disapa FFF yang memasuki satu dekade eksistensinya tahun ini berkiprah di dunia fashion nasional.

Ketua Dekranasda Sulteng Sri Nirwanti Bahasoan ikut terlibat langsung mempromosikan pada peragaan busana tersebut menampilkan karya FFF bertema “Asmara”. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini, yang dinilainya mampu membawa tenun tradisional Sulteng lebih dekat dengan generasi muda dan pasar fashion modern.

“Kami sangat mendukung karya Febry, atau FFF. Desainnya casual dan bisa digunakan di berbagai suasana, ke mal, jalan-jalan, bahkan untuk nongkrong. Ini membuat anak muda tidak risih memakai tenun,” ujar Sry Nirwanti.

Ia juga menegaskan komitmen Dekranasda untuk terus mendukung UMKM dan para pengrajin tenun lokal dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. “Provinsi kita kaya akan ragam kain. Ada banyak motif, seperti tenun ikat, tenun supi, dan tentu saja motif bomba yang hari ini kita perkenalkan. Ke depan, kami akan terus mendukung desainer lokal agar bisa tampil di ajang nasional, bahkan internasional,” lanjutnya.

Sementara itu, Ferry, desainer sekaligus pendiri brand FFF, mengungkapkan rasa bangganya bisa kembali membawa tenun Sulteng ke panggung fashion ibu kota. Ia menyebut, koleksi bertema Asmara ini merupakan bagian dari perayaan 10 tahun brand FFF dan konsisten menggunakan tenun ikat Donggala, khususnya motif bomba yang kaya filosofi.

  Irjen Endi Sutendi Jabat Kapolda Sulteng Gantikan Irjen Agus Nugroho

“Untuk show kali ini, kami tampilkan motif bunga atau bomba. Desainnya kami buat lebih simpel, elegan, dan chic agar bisa digunakan oleh siapa saja dalam berbagai kesempatan. Ini bagian dari misi kami agar kain tenun bisa benar-benar hidup di tengah masyarakat modern,” ungkap Ferry.

Kolaborasi antara Dekranasda Sulteng dan desainer muda seperti Ferry menjadi langkah nyata untuk menjembatani budaya dan industri kreatif. Kain tradisional tidak lagi hanya menjadi simbol warisan, tetapi juga identitas yang bisa dikenakan dengan bangga oleh semua kalangan. (red/teraskabar)