Palu, Teraskabar.id – Penolakan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura untuk melantik Novalina sebagai pejabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) berbuntut aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok massa, Rabu (11/1/2023), di Jakarta.
Aksi unjukrasa yang dilakukan belasan orang yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Indonesia Muda itu menuntut Gubernur Sulteng segera melantik Novalina berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia Nomor : 146/TPA Tahun 2022 tanggal 1 Desember 2022 tentang Pengangkatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam aksi itu, terlihat spanduk bertuliskan Cudy Menantang Jokowi dan Tito, serta beberapa spanduk lainnnya yang terkesan bernada provokasi.
Baca juga : Novalina Dilantik Jadi Sekdaprov Usai Wagub Sulteng Umrah
Menyikapi aksi unjukrasa tersebut, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura secara gamblang menuding aksi itu tak ada etika dan ada pihak yang menggerakkan.
“Demonstrasi yang dilakukan di Jakarta tidak ada etika, ada pihak yang menggerakakkan,” kata Gubernur Sulteng Rusdy Mastura dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis (12/1/2023).
Sementara itu, aksi unjukrasa yang dilaksanakan sekelompok orang di seputaran Patung Kuda Jakarta, ramai diperbincangkan warganet. Di media sosial Facebook di akun mengatasnamakan Abdi Losulangi, menuliskan di awal keterangan statusnya, Ternyata yang Demo Massa Orderan sembari mencatumkan emotion tertawa terbahak-bahak. “Artinya ada Bohir yg menggearkkan,” tulisnya.






