Morowali, Teraskabar.id– Pemerintah Desa Limbo Makmur, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, terus berupaya memperkuat program Ketahanan Pangan (Ketapang) dengan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Usaha Muda dan masyarakat. Salah satu fokus yang kini dijalankan adalah usaha pemotongan ayam potong.
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Limbo Makmur, Supriyadi, saat diwawancarai Teraskabar.id pada Senin (8/9/2025), di ruang kerjanya. Ia menjelaskan bahwa usaha tersebut menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan Dana Desa.
“Sesuai amanat, 20 persen Dana Desa dialokasikan untuk program ketahanan pangan. Namun, pengelolaan tidak sepenuhnya ditangani pemerintah desa, melainkan melalui BUMDes yang bekerja sama dengan warga. Kami hanya mengawasi dan mempertanggungjawabkan jalannya program,” ungkap Supriyadi.
Menurutnya, usaha ayam potong dipilih karena dinilai memiliki prospek yang jelas dan bisa langsung melayani kebutuhan daging ayam melalui penjualan langsung ditempat pemotongan maupun di pasar desa.
“Konsepnya sederhana, konsumen bisa membeli ayam dan langsung dipotong di tempat yang dikelola BUMDes bersama warga. Dengan begitu, masyarakat ikut terlibat dan mendapat manfaat,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan program selalu dikonsultasikan dengan pihak kecamatan dan pendamping desa. “Alhamdulillah, setiap keputusan yang diambil telah mendapat persetujuan dari kecamatan. Kami ingin program ini benar-benar berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Meski perkembangannya masih bertahap, pemerintah desa optimis usaha ayam potong ini dapat menjadi salah satu pilar ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Limbo Makmur. (Ghaff/Teraskabar)






