Jumat, 16 Januari 2026

Didampingi Ketua BPD, Warga Buranga Datangi Polsek Ampibabo Parimo

Didampingi Ketua BPD, Warga Buranga Datangi Polsek Ampibabo Parimo
Puluhan warga Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mendatangi Kantor Polsek Ampibabo pada Jumat sore (21/22025). Foto: Yuyun

Parigi Moutong, Teraskabar.id – Puluhan warga Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mendatangi Kantor Polsek Ampibabo pada Jumat sore (21/22025). Kedatangan mereka untuk meminta perlindungan hukum setelah insiden antara seorang warga dan pengawas lapangan di area tambang di desa Buranga.

Kejadian bermula sekitar pukul 16.00 Wita di lokasi tambang, ketika seorang warga terlibat adu mulut dengan pengawas lapangan area pertambangan rakyat. Perdebatan tersebut berujung pada ketegangan, sehingga warga merasa khawatir akan terjadinya eskalasi konflik yang lebih besar. Atas dasar itu, mereka berinisiatif melapor ke polisi, didampingi oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Buranga, Rizal.

Ketua BPD Desa Buranga, Rizal, menegaskan bahwa kedatangan warga ke Polsek Ampibabo Polres Parimo, bertujuan mencari perlindungan hukum.

“Kami ke kantor polisi hanya untuk mencari perlindungan hukum agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya juga mengimbau anak-anak muda untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Jika tidak ada solusi, maka kita akan menindaklanjuti permasalahan ini dengan langkah-langkah lain,” ujar Rizal.

Selain itu, Rizal menyoroti kurangnya keterbukaan dari pihak koperasi terkait aturan kerja serta legalitas operasionalnya.

“Seharusnya pihak pengawas pertambangan rakyat membina masyarakat agar dapat bekerja sama. Sampai saat ini, aturan yang berlaku belum terbuka dan  sudah beroperasi hampir dua bulan. Karena sebagai aparatur desa, saya wajib mengetahui hal tersebut,” tambahnya.

Rizal juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis pasca-insiden tersebut.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kapolsek Ampibabo, Yan Syharuddin, melalui nomor kontaknya pada Jumat malam, tidak mendapatkan tanggapan meskipun pesan konfirmasi telah terkirim.

  Pj Bupati Rachmansyah: Pasar Murah Memudahkan Masyarakat Morowali Peroleh Sembako

Sementara itu, Camat Ampibabo, Mardiana yang dikonfirmasi mengenai insiden ini, mengaku tidak mengetahui adanya bentrokan warga.

“Astagfirullah, maaf, saya tidak tahu ada bentrokan. Saya sebagai camat hanya melakukan pengawasan atas perintah Pj Bupati Parimo. Sampai saat ini, dokumen yang seharusnya saya pegang belum diserahkan oleh pengurus koperasi,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengawa tambangan terkait kejadian ini. Warga berharap adanya kejelasan regulasi serta kepastian hukum agar konflik serupa tidak kembali terjadi. (red/teraskabar)