Palu, Teraskabar.id – Stanting masih menjadi masalah kesehatan serius yang dihadapi Kabupaten Donggala. Berdasarkan data dari Dinas KB, angka stunting di Kabupaten Donggala pada pertengahan tahun 2024 (Agustus) sebesar 17 persen.
Berkaitan hal itu, Pemerintah Kabupaten Donggala, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus berupaya menurunkan angka stunting melalui program Kampanye Perubahan Perilaku Penurunan Stunting, Selasa (22/10/2024).
Baca juga: Sosialisasi Keamanan Siber di Donggala, Sudaryano: Proteksi Serangan Siber Tanggung Jawab Bersama
Kampanye ini dilaksanakan di Desa Toaya, Kecamatan Sindue, dengan tujuan untuk menyampaikan informasi mengenai pentingnya pencegahan stunting, terutama tentang asupan gizi yang baik.
Kepala Dinas Kominfo Donggala, Anhar, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu hamil dan pengasuh anak.
“Kita perlu memberikan edukasi agar masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap pencegahan stunting,” jelasnya.
Kampanye ini juga dilaksanakan melalui media informasi seperti baliho, spanduk, dan stiker yang disebarkan di sembilan kecamatan, sesuai dengan SK Bupati Donggala No.188.45/0507/Bappeda/2023 tentang pencegahan stunting.
Anhar menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam pencegahan stunting.
“Perubahan perilaku dalam menjaga pola makan yang sehat dan sanitasi yang bersih adalah langkah awal yang krusial,” tambahnya.
Kepala Bidang Statistik Sektoral dan Persandian Kominfo Donggala, Sofhan Rauf, juga menekankan pentingnya pengelolaan data yang akurat untuk mendukung upaya penurunan stunting.
“Data yang tepat memungkinkan pemantauan yang lebih efektif terhadap program yang diterapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sindue, Tikuala, memberikan apresiasi terhadap langkah Kominfo Donggala dan menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam mendukung program ini.
Sosialisasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) dan Dinas Kesehatan. Kedua lembaga memberikan materi tentang perencanaan keluarga dan pentingnya pemantauan kesehatan ibu hamil dan balita.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah kepala desa dan masyarakat setempat, menunjukkan komitmen bersama untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Donggala.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan upaya ini dapat tercapai lebih cepat dan efektif. (jalu/teraskabar)






