Sehingga menurut Faisal, keterlibatan TNI dan Polri dalam membantu pemerintah mengelola potensi sektor yang cukup banyak memberikan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja di Sulawesi Tengah ini, bisa membantu mengurangi angka kemiskinan di daerah ini.
Baca juga : Ada Kampung Rumput Laut di Sulteng, Ini Lokasinya
“Berdasarkan data yang ada, terdapat 155.544 orang yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, pembudidaya, pengolah pemasar produk perikanan serta petambak garam,” ujarnya.
Sehingga, sangat disayangkan katanya, Sulteng yang sangat kaya akan potensi kelautan dan perikanan, kemudian potensi tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal. Sulteng menurutnya, memiliki panjang garis pantai 6.841,86 kilometer, terdiri dari 1.572 pulau, serta memiliki perairan laut berdasarkan kewenangan seluas 7,4 juta hektare.
Dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar di provinsi ini ternyata perikanan dianggap oleh sebagian masyarakat kita cukup menjanjikan bagi pemenuhan kebutuhan mereka.
Baca juga : Sembilan Kabupaten di Sulteng Belum Capai 60 Persen Vaksinasi Dosis 1
Sementara Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba mengatakan kegiatan pelatihan ini merupakan inisiasi dari Gubernur H. Rusdy Mastura dalam upaya Pemprov Sulteng gandeng TNI Polri, untuk menggenjot produktivitas dan peningkatan fiskal Sulawesi Tengah. Keterlibatan TNI AD dan Polri dalam hal ini kata Arif, adalah untuk membantu Pemda Sulawesi Tengah dalam upaya pendampingan- pendampingan di masyarakat.
Seperti diketahui katanya, TNI AD dan Polri memiliki sumberdaya manusia yang melimpah, dan dapat menjadi pendamping di masyarakat. Dan, untuk itulah maka para personel TNI AD dan Polri perlu diberikan sarana pelatihan agar mampu menjadi pendamping di masyarakat. Selain itu dengan adanya pelatihan ini, personel yang dilatih bila memasuki masa purna tugas dapat menjadi bekal ilmu dan pengalaman dikemudian hari. (teraskabar)






