Donggala, Teraskabar.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melepas ratusan Tukik atau Anak penyu di pesisir Pantai Donggala dalam rangka kegiatan Gerakan Cinta Bahari 2025.
Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Lentora, Desa Mapane Tambu, Kabupaten Donggala, Sabtu (2/8/2025), sebagai simbol komitmen Pemerintah Provinsi Sulteng terhadap pelestarian lingkungan.
Simbolis pelepasan ratusan Tukik dipimpin langsung Kepala DKP Sulteng, Moh. Arif Latjuba didampingi sejumlah perwakilan OPD dari tingkat provinsi dan kabupaten.
Masing-masing diberikan Tukik atau anak penyu untuk dilepaskan ke pantai. Anak penyu tersebut merupakan hasil penangkaran yang dibangun Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng di Desa Mapane Tambu, bekerjasama dengan kelompok konservasi penyu.
Pelepasan secara simbolis ratusan Tukik dalam rangka Hari Mangrove Sedunia dan Hari Laut Sedunia yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng melalui Bidang Pengelolaan Ruang Laut ini, merupakan kegiatan akhir dari rangkaian kegiatan Gerakan Cinta Bahari 2025 yang dipusatkan di pesisir Pantai Lentora, Desa Mapane Tambu, Kabupaten Donggala.
Beragam kegiatan pada Gerakan Cinta Bahari 2025 yang berlangsung sejak pagi hari hingga sore hari, Sabtu (2/8/2025). Dimulai dengan aksi bersih pantai dan riset sampah laut. Dilanjutkan kegiatan Penanaman Mangrove, Aksi Transplantasi Karang ditandai peletakan simbolis oleh Kepala DKP Sulteng Moh Arif Latjuba, demo latih tiru alat pirolisis mengolah sampah jadi BBM di Desa Mapane Tambu, diakhiri pelepasan Tukik bersama Tim DKP dan Pemerintah Kabupaten Donggala.
Kegiatan ini dihadiri Camat Balaesang, kepala Desa Mapane Tambu, Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Dinas Lingkungan Hidup Donggala, Dinas Pariwisata Donggala, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Polsek, pelajar SMK Mapane Tambu, masyarakat perumahan nelayan Mapane Tambu, kelompok masyarakat Lentora Tasi Ngataku, kelompok konservasi penyu, Pokdarwis, kelompok nelayan, Bank Sampah Navoe, Yayasan Rumah Bahari Gemilang, penyuluh perikanan wilayah kerja Balaesang Kabupaten donggala dan pihak Rumah Sakit Balaesang. (red/teraskabar)







