Selasa, 13 Januari 2026
Daerah  

Dorong Kemandirian Kelompok Disabilitas, PT Vale Fasilitasi Kandang dan Anakan Ayam Kampung

Dorong Kemandirian Kelompok Disabilitas, PT Vale Fasilitasi Kandang dan Anakan Ayam Kampung
Direktur Eksternal Relations PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma bersama Ketua kelompok Woliku, Sulaiman meresmikan kandang ayam kampung organik kepada pemuda disabilitas yang tergabung dalam kelompok peternakan 'Woliku' di Desa Matompi, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (5/07/2022). Program ini bagian dari upaya PT Vale mendorong kemandirian masyarakat melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Foto: Humas Media PT Vale

Luwu Timur, Teraskabar.id– PT Vale Indonesia Tbk ( PT Vale)  terus menunjukkan komitmennya untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Kali ini PT Vale hadir memberi dampak nyata dengan meresmikan kandang ayam dan menyalurkan 500 anakan ayam kampung organik kepada pemuda disabilitas yang tergabung dalam kelompok peternakan ‘Woliku’ di Desa Matompi, Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur, Selasa (5/07/2022).

Peresmian kandang ayam yang dibangun sejak Maret 2022 ini dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh ketua kelompok woliku, Sulaiman didampingi Sekretaris Desa Matompi, Salman serta Direktur Eksternal Relations PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, Senior Koordinator PPM PT Vale Indonesia Tbk Baso Haris dan disaksikan masyarakat setempat.

Baca juga : Petani Binaan PT Vale Kembali Panen Beras SRI Organik

Dalam sambutanya, Ketua Kelompok Woliko, Sulaiman menyampaikan apresiasinya kepada PT Vale Indonesia karena telah hadir memberi ruang bagi pemuda Desa terkhusus penyandang disabiltias. Dia menyebut dukungan program peternakan ini membantu pemuda desa yang menganggur dan memiliki berkemampuan khusus seperti dirinya sehingga lebih optimis membangun peluang usaha secara mandiri.

“Terima kasih kepada PT Vale Indonesia karena telah mendengar aspirasi kami. Pendampingan dan pemberian fasilitas kandang serta 500 anakan ayam kampung membantu kami keluar dari kebiasaan beternak tradisional . Dulunya kami secara otodidak masih menggunakan obat pertumbuhan dan membeli pakan, sekarang kami bisa membuat pakan fermentansi menggunakan MOL organik yang praktis, dan membuat vaksin alami sendiri untuk ayam,” ujarnya.

Baca juga : Aksi Pencurian Ternak Sapi di Sigi, Pelaku Membantai Hewan Curian dan Menyisakan Kulit dan Jeroan

  Program UKBM Herbal Ajak Masyarakat Hidup Sehat Tanpa Bahan Kimia

Untuk memastikan keberlanjutan usaha pengembangan ayam kampung organik dan hidroponik , Kelompok Woliko yang terdiri atas 12 orang anggota kelompok pemuda dan enam di antaranya merupakan penyandang disabilitas, akan didampingi teknis budidaya  secara intensif oleh tenaga pendamping budidaya organik PT Vale.