Palu, Teraskabar.id – DPP PKB tolak pengunduran Muhammad Safri dari bursa Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah. Keputusan itu muncul dalam pleno Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Sulteng pada Rabu (10/12/2025). DPP PKB tolak pengunduran diri Safri menjadi isu utama dalam dinamika internal partai.
Tegas, DPP PKB Tolak Pengunduran Diri Safri
Dalam sidang pleno, Muhammad Safri menyampaikan pengunduran dirinya langsung kepada pimpinan sidang yang dipimpin Ketua DPP PKB, Abdul Halim Iskandar. Namun, DPP PKB menolak karena pencalonannya berasal dari proses pemetaan internal yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Abdul Halim Iskandar menjelaskan bahwa masuknya Safri sebagai calon Ketua DPW merupakan keputusan tim DPP. Ia menegaskan bahwa Safri tetap harus mengikuti mekanisme yang sudah dijalankan partai.
Alasan Safri Memilih Mundur dan DPP PKB Tolak Pengunduran Diri Tersebut
Sebelumnya, Safri menyampaikan apresiasi kepada DPP PKB dan para kader atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia memilih mundur karena ingin menjaga tradisi kaderisasi yang berlaku di tubuh PKB. Ia menilai bahwa senioritas dalam partai harus tetap dihormati.
Safri menekankan bahwa ia tidak ingin berhadapan dengan para senior yang telah lama mengabdi dan membesarkan partai. Ia juga menyampaikan bahwa loyalitas menjadi prinsip yang selalu ia pegang dalam dunia politik.
DPP PKB Menolak Permohonan Mundur, Safri Berikan Dukungan untuk Kader Senior
Selain itu, Safri menyatakan dukungan penuh kepada Rahmawati M. Nur untuk kembali memimpin DPW PKB Sulteng. Ia menilai Rahmawati sebagai kader senior yang telah berhasil meningkatkan perolehan suara PKB di wilayahnya.
Keputusan itu membuat banyak pihak terkejut karena popularitas Safri terus meningkat. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tetap mengutamakan amanah dibanding ambisi politik.
Respons Publik dan Sikap Partai
Publik melihat keputusan Safri sebagai contoh penting mengenai etika dan loyalitas politik. Di sisi lain, sikap penolakan DPP PKB dinilai sebagai komitmen partai dalam menjaga mekanisme dan konsistensi internal.
Dengan dinamika tersebut, Muswil DPW PKB Sulteng kini kembali bergerak pada jalur organisasi yang telah ditetapkan. Seluruh proses pencalonan tetap berjalan sebagaimana arahan DPP, termasuk keputusan DPP PKB atas permintaan mundur Muhammad Safri yang menegaskan pentingnya disiplin struktural dalam pengambilan keputusan partai.
Publik menantikan bagaimana konsolidasi internal PKB Sulteng akan berlanjut setelah keputusan ini. Baik Safri maupun para kader lainnya diharapkan tetap menjaga soliditas dan memberi teladan politik yang beretika, sehingga Muswil dapat menghasilkan kepemimpinan yang kuat dan berorientasi pada kepentingan masyarakat (Ghaff/Teraskabar).






