Tolitoli, Teraskabar.id – DPRD Kabupaten Tolitoli akan melakukan hearing (Rapat Dengar Pendapat) terhadap tindakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tolitoli kepada ratusan atlet dan puluhan pelatih yang diberangkatkan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Banggai 2022.
Para atlet dan pelatih serta asisten pelatih hingga kini belum menerima insentif yang nilainya kurang lebih Rp 300 juta dari anggaran Porprov sebesar Rp1,9 Miliar.
” Terkait insentif yang tak dibayarkan pihak KONI itu kami di DPRD akan melakukan hearing terhadap pengurus KONI, seharusnya yang menjadi hak mereka itu harusnya mereka terima setelah pulang berlaga,” tegas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tolitoli, Andi Ahmad Syarif kepada media ini, Rabu (4/01/1023).
Baca juga : Uang Insentif Porprov Banggai Belum Diserahkan ke Atlet Tolitoli, Mengendap di Mana?
Anggaran KONI Tolitoli tahun 2022 yang disepakati DPRD pada rapat anggaran sebesar Rp2 Miliar, dalam rincian anggaran yang diajukan pihak KONI sekitar Rp800 juta untuk belanja kegiatan Porprov Banggai, sementara Rp1,2 Miliar dijadikan belanja oprasional KONI Tolitoli. Namun belakangan anggaran Rp800 juta informasi didapatkan dirubah menjadi Rp650 juta untuk kegiatan Porprov tersebut.
” Mestinya anggaran yang diperuntukkan untuk Porprov sebaiknya sesuai kesepakatan awal bukan Rp650 juta, akhirnya sekarang menjadi masalah insentif tak dibayarkan,” tekan mantan ketua DPRD Tolitoli periode lalu itu.
Baca juga : Anggaran KONI Tolitoli Miliaran Rupiah, Ratusan Juta Insentif Atlet dan Pelatih Tak Dibayar
Jika dilakukan analisa anggaran yang diberikan Pemerintah Daerah (Pemda) ke KONI melalui Naska Perjanjian Hiba Daerah (NPHD) seharusnya bisa bisa mencukupi dikarenakan selain Rp2 Miliar melalui APBD awal ada juga anggaran Rp1,2 Miliar lebih dari APBD Perubahan 2022.
” Kalau dari APBD awal Rp650 juta ditambahkan lagi alokasi anggaran Rp1,2 Miliar lebih, maka insentif atlit dan pelatih serta lainnya itu bisa dibayar, termasuk biaya transportasi yang ternyata juga bermasalah karena ada yang belum dibayarkan,” tukas Andi.
Baca juga : Tiga Atlet Andalan Sulteng Berlaga di Kejurnas Paramotor
Menurutnya, insentif untuk 250 orang atlet usai berlaga di Banggai serta 66 orang pelatih pembayarannya tak bisa ditunda pada akhir tahun lalu, berbeda halnya bonus. Bonus para atlet bisa dimungkinan pembayarannya baru dapat dilakukan tahun 2023.
” Kalau insentif juga mau diusulkan bayarnya nanti tahun 2023, wah itu tak masuk diakal dan kami di DPRD bakal tak setujui, kita lihat dulu NPHD karena NPHD adalah dasarnya,” katanya.
Ia menyatakan, anggaran KONi Tolitoli yang totalnya dikisaran Rp3,2 Miliar tahun 2022 lalu cukup signifikan sehingga tak dikhawatirkan pos belanja yang diperuntukkan pada kegiatan Porprov ke IX di Kabupaten Banggai akhir November silam itu bisa disoalkan pengelolaannya.
” Rp1,9 Miliar anggaran untuk Porprov itu bisa cukup atau malah lebih, jadi tak mungkin bisa dianggarkan lagi tahun ini, kami pasti tolak,” tutupnya. (ram/teraskabar)







