Minggu, 25 Januari 2026
Home, News  

Dukung Penerbangan Internasional, Mutiara Sis Al-Jufri Butuh Pembebasan Lahan 3,6 Hektare

Dukung Penerbangan Internasional, Mutiara Sis Al-Jufri Butuh Pembebasan Lahan 3,6 Hektare
emerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali menggelar rapat percepatan pemenuhan syarat administrasi dan teknis di Ruang Polibu, Selasa (16/9/2025). Foto: Biro Adpim

Palu, Teraskabar.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali menggelar rapat percepatan pemenuhan syarat administrasi dan teknis di Ruang Polibu, Selasa (16/9/2025).

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido, Kepala Kantor BLU UPBU Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Prasetiyohadi, S.T., S.H., M.H., memaparkan rencana aksi pengembangan bandara yang harus segera dilaksanakan sebelum beroperasinya penerbangan luar negeri.

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah optimalisasi lahan runway eksisting untuk mendukung operasional pesawat wide-body (Berbadan lebar) seperti Airbus A330.  Hal ini membutuhkan pembebasan lahan seluas minimal 10.000 m² di sisi selatan bandara. Secara umum, total luasan pembebasan lahan yang dibutuhkan adalah 36.000 m².

Selain itu, renovasi terminal juga akan dilakukan akhir tahun ini sehingga bandara siap menerima penerbangan internasional.

Prasetiyohadi menjelaskan, saat ini Bandara Mutiara SIS Al-Jufri masih mampu melayani pesawat narrow-body untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah, seperti Boeing 737 dan Airbus A320.

Dengan jenis pesawat tersebut, bandara sudah dapat membuka layanan penerbangan internasional ke 28 negara, di antaranya Mesir, Yaman, Austria, Jerman, Turki, Inggris, Perancis, Spanyol, Australia, Timor Leste, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, India, Malaysia, Amerika Serikat, Kenya, hingga Afrika Selatan.

Dalam jangka panjang, Bandara Mutiara ditargetkan membuka rute langsung ke Jeddah untuk mempermudah keberangkatan jamaah Haji maupun umrah dari Sulawesi Tengah. Negara-negara lain yang berpotensi menjadi tujuan penerbangan internasional dari Palu antara lain Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Turki, Malaysia, hingga Eropa.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menegaskan bahwa target pemerintah setelah Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu resmi naik kelas menjadi bandara internasional  melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 dan KM 38 Tahun 2025, adalah pada tahun 2026 bandara benar-benar sudah melayani penerbangan internasional.

  Kalahkan 32 Perusahaan, PT DSI Juara 1 Cerdas Cermat HLHS 2025 di Kawasan PT IMIP

“Jangan sampai masyarakat hanya mendengar status internasional, tetapi belum ada penerbangan ke luar negeri. Karena itu, kita susun skema jangka pendek, menengah, dan panjang. Tahun depan kita upayakan penerbangan ke Cina dan negara lainnya, serta seluruh fasilitas sudah sesuai standar,” jelas Wagub.

Langkah percepatan yang dipersiapkan antara lain pembentukan tim teknis, penyesuaian anggaran, penambahan panjang landasan, perluasan lahan untuk perputaran pesawat, hingga pengadaan peralatan penunjang seperti X-ray. Pemprov juga akan bersurat kepada Pemerintah Kota Palu agar segera merevisi RTRW dan RDTR sesuai dengan persyaratan teknis bandara internasional.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.AP., Asisten Pemerintahan dan Kesra, Fahruddin D. Yambas, S.Sos, M.Si, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, S.E.,M.M,, perwakilan Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, serta sejumlah OPD provinsi dan kota.

Dengan terwujudnya bandara internasional, masyarakat tidak hanya akan lebih mudah bepergian ke luar negeri, tetapi juga merasakan dampak positif pada peningkatan investasi, perdagangan, dan pariwisata daerah. (red/teraskabar)