Minggu, 25 Januari 2026

Empat Mesin Pengolah Sampah Disiapkan: Strategi Baru Pemkab Morowali untuk Bahodopi

Empat Mesin Pengolah Sampah Disiapkan: Strategi Baru Pemkab Morowali untuk Bahodopi
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat meninjau proses perakitan mesin di kawasan PT Qarim Group Investama, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (11/9/2025). Foto: IKP

Konawe Selatan, Teraskabar.id– Kecamatan Bahodopi, salah satu kawasan strategis di Kabupaten Morowali, kini berada di garis depan agenda besar pemerintah daerah dalam mengelola persoalan sampah. Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan komitmen tersebut dengan memastikan perencanaan pengadaan empat unit mesin pengolah sampah yang ditujukan secara khusus untuk wilayah ini.

Keseriusan itu ditandai dengan kehadiran langsung Bupati pada proses perakitan mesin di kawasan PT Qarim Group Investama, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (11/9/2025). Peristiwa ini tidak sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk keterlibatan nyata, di mana kepala daerah bahkan turun tangan menggunakan peralatan teknis, mengelas, dan memotong besi untuk menyempurnakan konstruksi mesin.

Dalam tinjauannya, Bupati Iksan menekankan bahwa progres perakitan sudah mencapai 70–80 persen. Komponen vital seperti conveyor, roller, pisau, hingga box dinamo telah terpasang, sementara sistem filter yang akan memisahkan sampah plastik dari sampah organik masih disempurnakan. Targetnya, dalam sepuluh hari ke depan, satu mesin dapat rampung sepenuhnya.

“Proses ini bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi juga wujud kerja kolaboratif. Merakit sesuatu tidak bisa dilakukan sendiri. Diskusi teknis menjadi kunci agar fungsi mesin benar-benar optimal,” ujarnya.

Pemerintah daerah menaruh ekspektasi besar pada keberadaan empat mesin yang akan difungsikan di Bahodopi. Rencana ini diposisikan sebagai strategi jangka panjang dalam menjawab tantangan penumpukan sampah yang semakin kompleks akibat aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk di kawasan tersebut.

Lebih dari sekadar alat, mesin pengolah sampah ini diorientasikan untuk menjadi simbol transformasi: dari paradigma “buang” menuju paradigma “olah”. Teknologi ramah lingkungan yang diusungnya diyakini mampu menghadirkan manfaat ganda, kebersihan lingkungan yang lebih terjaga serta potensi ekonomi.

  PT Vale Kolaborasi Tiga Desa Gelar Festival Budaya Morowali

Dengan demikian, langkah Pemkab Morowali tidak semata-mata berbicara soal pengadaan mesin, tetapi tentang bagaimana membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Empat mesin yang direncanakan di Bahodopi dipandang sebagai instrumen awal menuju tata kelola lingkungan yang lebih modern, partisipatif, dan pro-masyarakat. (Ghaff/Teraskabar/IKP)