Sabtu, 24 Januari 2026

Enam Korban Berhasil Ditemukan di Sekitar Ekor Pesawat ATR 42-500, Satu Berhasil Dievakuasi

Enam Korban Berhasil Ditemukan di Sekitar Ekor Pesawat ATR 42-500, Satu Berhasil Dievakuasi
Evakuasi korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 dari kedalam sekitar 350 meter. Foto: Basarnas

Makassar, Teraskabar.id — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat di Gunung Bulusaraung, wilayah Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Enam korban berhasil ditemukan hingga Kamis (22/01/2026), oleh tim SAR gabungan di sekitar lokasi puncak, tidak jauh dari titik ditemukannya bagian ekor pesawat

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa sejak pagi hari, operasi difokuskan pada penyisiran intensif sektor puncak dan area sekitarnya dengan mengerahkan unsur darat maupun udara.

“Sejak pukul 07.53 Wita, empat personel tim puncak melakukan penyisiran di sisi kiri line, di sekitar lokasi ditemukannya ekor pesawat. Pemantauan udara juga dilakukan menggunakan helikopter Caracal untuk memperluas cakupan pengamatan dan mendukung pergerakan tim di darat,” ujar Andi Sultan.

Enam Korban Berhasil Ditemukan di Titik Berdekatan

Ia menambahkan, pada pukul 09.22 hingga 10.11 Wita, enam korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan di titik koordinat yang saling berdekatan. Satu paket telah berhasil diangkat dari kedalaman jurang sedalam 350 meter ke atas puncak Pegunungan Bulusaraung.

“Satu paket telah bersama dengan tim SAR gabungan. Masih ada lima paket lagi yang akan di evakuasi. Ketika ditemukan jarak ditemukan masing – masing paket sejauh 50 meter, di tempat di mana tidak ada serpihannya,” tambahnya.

Selain itu, sejumlah SRU dikerahkan ke masing-masing sektor pencarian dengan kekuatan personel yang bervariasi, sebelum akhirnya seluruh unsur diarahkan menuju lokasi penemuan korban berdasarkan titik koordinat yang telah dipastikan.

Upaya dukungan udara pagi tadi, kembali dilakukan menggunakan helikopter Bell 429 untuk rencana dropping personel dan logistik. Namun, misi tersebut terpaksa dibatalkan dan helikopter kembali ke home base di Lanud Sultan Hasanuddin akibat kondisi cuaca di lokasi yang tidak memungkinkan.

  Gugatan Hidayat-Andi Nur Kandas, Alimudin: Hadi-Imelda Bakal Segera Dilantik

“Medan yang sangat terjal, jarak pandang terbatas, serta cuaca yang cepat berubah menjadi tantangan utama di lapangan. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan,” tegas Andi Sultan.

Operasi SAR masih terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan dinamika lapangan. Tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus melakukan upaya terbaik dalam rangka pencarian dan evakuasi korban. (red/teraskabar)