Senin, 12 Januari 2026

Fitnah terhadap Menteri Agama, Fitra Juniarti: Hentikan Penggunaan Perempuan Sebagai Alat Politik

Fitnah terhadap Menteri Agama, Fitra Juniarti: Hentikan Penggunaan Perempuan Sebagai Alat Politik
Koordinator Bidang Pembangunan Aktualisasi Gender FORES, Fitrah Juniarti. Foto: Istimewa

Jakarta, Teraskabar.id– Koordinator Bidang Pembangunan Aktualisasi Gender Forum Strategis Pembangunan Sosial (FORES), Fitrah Juniarti, mengecam fitnah terhadap Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar.

Fitrah menjelaskan bahwa Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar telah mencatatkan beberapa prestasi gemilang dalam masa kepemimpinannya.

“Beliau telah berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kementerian Agama, serta mengimplementasikan beberapa kebijakan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu kebijakan yang paling signifikan adalah program “Indonesia Beriman” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keimanan masyarakat Indonesia”, jelasnya.

Fitrah juga mengungkapkan bahwa program tersebut telah berhasil meningkatkan kesadaran dan keimanan masyarakat Indonesia, serta meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Selain itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar juga telah berhasil meningkatkan kerjasama antara Kementerian Agama dengan beberapa lembaga keagamaan lainnya, sehingga meningkatkan kesadaran dan keimanan masyarakat Indonesia”, ungkapnya.

Namun, di tengah-tengah prestasi dan kebijakan yang telah dicapai, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar telah menjadi korban fitnah yang tidak bermoral.

“Beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab telah menyebarkan informasi palsu dan menyesatkan tentang Menteri Agama, yang bertujuan untuk merusak kehormatan dan reputasi beliau”, terangnya.

Forum Strategis Pembangunan Sosial mengutuk dan mengecam keras tindakan fitnah tersebut. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian dan rumor yang beredar, Koordinator Bidang Pembangunan Aktualisasi Gender FORES, yakni Fitrah merasa perlu untuk memberikan tanggapan tegas terhadap fitnah yang ditujukan kepada Menteri Agama.

“Tuduhan pelecehan seksual yang dilontarkan merupakan sebuah tindakan tidak bertanggung jawab dan sangat merugikan”, katanya.

Fitrah juga menambahkan, setiap individu memiliki hak atas kehormatan dan keadilan.

“Tuduhan yang tidak berdasar ini bukan hanya mencemari nama baik Menteri Agama, tetapi juga menciptakan dampak negatif bagi masyarakat yang mempercayai integritasnya. Dalam konteks ini, saya berharap agar publik tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi kebenarannya, tegas Fitrah”, tambahnya.

  Gubernur Sulteng Ingatkan Pentingnya Alquran Sebagai Pedoman Hidup Umat Islam

Lebih lanjut, Fitrah mengajak semua pihak untuk menjunjung tinggi prinsip keadilan dan objektivitas. Ia menekankan pentingnya melakukan penyelidikan yang mendalam sebelum menyebarkan informasi yang dapat merusak reputasi seseorang.

“Saya percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlindungan dari fitnah dan pencemaran nama baik”, lanjutnya.

Fitrah juga menyoroti fenomena yang masih ada di masyarakat, di mana perempuan sering kali dijadikan alat politik. Di era yang seharusnya mengedepankan kesetaraan, penggunaan perempuan sebagai objek dalam permainan politik menunjukkan kemunduran dalam pemahaman dan penghargaan terhadap hak-hak perempuan.

“Saya menegaskan bahwa hal ini tidak hanya merugikan perempuan itu sendiri, tetapi juga menciptakan stigma dan ketidakadilan yang berkepanjangan, dan saya juga berharap agar masyarakat tetap bijak dalam menerima informasi dan tidak terjebak dalam pusaran rumor yang dapat merugikan. Keadilan harus ditegakkan, dan setiap tuduhan harus disertai dengan bukti yang kuat”, sambungnya.

Fitrah juga mengharapkan agar menghentikan praktik-praktik merendahkan martabat perempuan dalam ranah politik.

“Dengan demikian, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan saling menghormati, serta menghentikan praktik-praktik yang merendahkan martabat perempuan dalam ranah politik”, harapnya. (red/teraskabar)