Selasa, 13 Januari 2026

Forwakada Bertransformasi Jadi ASWAKADA, Wawali Kota Palu: Sinergi yang Solid dengan 01

Forwakada Bertransformasi Jadi ASWAKADA, Wawali Kota Palu: Membangun Sinergi yang Solid dengan 01

Jakarta, Teraskabar.id– Para wakil kepala daerah se-Indonesia menggelar musyawarah nasional (Munas) Transformasi Forum Wakil Kepala Daerah (Forwakada) menjadi Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia (ASWAKADA), Kamis (3/7/2025).

Transformasi Forwakada menjadi ASWAKADA ditujukan sebagai wadah resmi yang lebih terstruktur dan legal untuk membangun jejaring kolaborasi antar wakil kepala daerah dengan pemerintah pusat.

Munas yang mengusung tema “Memperkuat Peran Wakil Kepala Daerah sebagai Pilar Kepemimpinan Daerah Menuju Indonesia Emas” ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat sinergi dan konsolidasi antar wakil kepala daerah se-Indonesia.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel New Saphir Yogyakarta dan dihadiri oleh ratusan wakil bupati dan wakil wali kota dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia tersebut, juga dihadiri Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, SE., M.A.P.

Mereka berkumpul dalam semangat yang sama untuk mengokohkan peran wakil kepala daerah sebagai mitra strategis kepala daerah, yang turut memastikan efektivitas implementasi kebijakan serta keberlanjutan pembangunan di daerah masing-masing.

Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyambut baik penyelenggaraan Munas ini.

Keikutsertaannya mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kota Palu dalam memperkuat peran kelembagaan wakil kepala daerah sebagai bagian integral dalam tata kelola pemerintahan yang baik.

“Wakil kepala daerah bukan hanya pelengkap, tetapi penyangga utama dalam roda pemerintahan. Kami percaya bahwa sinergi yang solid antara kepala dan wakil kepala daerah akan membawa visi pembangunan Kota Palu menjadi lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Wakil Wali Kota Imelda.

Dengan terbentuknya ASWAKADA secara resmi, diharapkan ke depan para wakil kepala daerah dapat memiliki posisi strategis dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan nasional maupun daerah, serta menjadi garda depan dalam penguatan otonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (red/teraskabar)