Morowali, Teraskabar.id – Gaung aksi penutupan jalan hauling PT Kacci Purnama Indah (KPI) semakin menggema. Aksi yang rencananya akan digelar pada Sabtu (25/10/2025) itu kemudian disebut oleh Asfar, SE., sebagai G25O/Matarape Bersatu (Gerakan 25 Oktober Matarape Bersatu) sebagai simbol gerakan perlawanan masyarakat Desa Matarape, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali atas PT KPI.
Sebagai penggiat sosial di Kabupaten Morowali, Asfar menyebutkan bahwa G25O/Matarape Bersatu menjadi simbol kuat perlawanan masyarakat Desa Matarape terhadap PT KPI. Aksi yang akan digelar ini menandai babak baru dalam dinamika sosial di wilayah Kecamatan Menui Kepulauan.
“G25O/Matarape Bersatu bukan sekadar aksi spontan, tetapi lahir dari akumulasi kekecewaan mendalam atas sikap perusahaan yang ingkar janji terhadap masyarakat setempat,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Asfar menegaskan, masyarakat telah berulang kali meminta PT KPI memenuhi komitmen sosialnya, namun tidak pernah mendapatkan respon konkret. Ia menilai, jalan hauling yang dibangun dan digunakan untuk aktivitas pertambangan merupakan fasilitas vital yang berdampak langsung pada kehidupan warga.
“Selama ini PT KPI hanya mengambil keuntungan dari tanah kami, tetapi tidak pernah benar-benar memperhatikan kesejahteraan masyarakat Matarape,” tegasnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Muhlis, tokoh pemuda asal Matarape, bahwa aksi G25O/Matarape Bersatu dirancang sebagai bentuk tekanan moral sekaligus upaya kolektif untuk menegakkan hak-hak warga.
“Penutupan jalan hauling menjadi langkah terakhir setelah dialog dan mediasi tidak membuahkan hasil. Kami menuntut agar PT KPI segera menunaikan janji-janji perusahaan, termasuk kompensasi, pemberdayaan masyarakat, serta soal lingkungan,” ungkap Muhlis.
Dalam konteks sosial, gerakan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak dan keadilan. Baik Asfar maupun Muhlis, menilai bahwa G25O/Matarape Bersatu mencerminkan semangat solidaritas warga yang menolak eksploitasi tanpa tanggung jawab sosial. Aksi ini bukan bentuk anarkisme, tetapi gerakan moral yang menuntut keadilan bagi masyarakat kecil.
Agenda penutupan jalan hauling oleh G25O/Matarape Bersatu menjadi pesan jelas bahwa masyarakat Matarape tidak lagi ingin diperlakukan sebagai penonton di tanahnya sendiri. Gerakan ini bukan hanya tentang tambang, tetapi tentang martabat, keadilan, dan tanggung jawab sosial di bumi Morowali. (Ghaff/Teraskabar).






