Poso, Teraskabar.id – Gempa tektonik yang terjadi di Kecamatan Pamona Tenggara dan Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Kamis malam (24/7/2025), menurut keterangan warga setempat terjadi beberapa jam sebelum berlangsungnya kegiatan sukuran warga yang biasanya disebut dengan Padungku.
Pesta rakyat yang telah membudaya tersebut digelar setiap tahun pascapanen raya warga masyarakat di Kabupaten Poso. Saat acara Padungku, warga dari berbagai penjuru desa saling mengunjungi handaitolan yang berada di desa lainnya, layaknya acara besar keagamaan dengan menyiapkan makanan khas Poso, terutama nasi bambu yang terbuat dari beras ketan bercampur santan kelapa yang disebut Inuyu.
Dari keterangan sejumlah warga kepada Teraskabar.id pada Kamis malam (24/7/2025), pesta rakyat Padungku yang akan digelar esok harinya, Jumat (25/7/2025), meliputi kecamatan Pamona selatan dan beberapa desa di pusat gempa seperti Desa Tolambo, Tindoli dan Desa Tokilo di Kecamatan Pamona Tenggara.
“Akibat gempa ini pak, ada juga warga yang sedang membakar Inuyu terpaksa tinggalkan nasi bambunya akibat mencari keluarganya yang lain ketika terjadi gempa. Saat ini juga kami di tiga desa ini tidak lagi ingin tinggal di dalam rumah kami, sebab takut adanya gempa susulan dengan membuat tenda terpal di lapangan desa kami di Tolambo,” terang warga. (red/teraskabar)








