Senin, 26 Januari 2026

Geruduk Kantor Bupati Morut, Warga Towara Ajukan 7 Poin Tuntutan

Geruduk Kantor Bupati Morut, Warga Towara Ajukan 7 Poin Tuntutan
Warga Desa Toawara yang  tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Towara Peduli dan didominasi oleh perempuan, Kamis (19/9/2024), melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Morowali Utara (Morut). Foto: Istimewa

Morut, Teraskabar.id – Sebanyak 100 orang warga Desa Toawara yang  tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Towara Peduli dan didominasi oleh perempuan, Kamis (19/9/2024), melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Morowali Utara(Morut).

Aksi tersebut dilakukan, merupakan akumulasi kemarahan akibat dampak lingkungan yang di timbulkan oleh aktivitas pertambangan nikel selama tiga tahun terakhir. Polusi udara akibat PLTU, jalan holing, banjir, dan tercemarnya air bersih adalah faktornya.

Baca jugaIstri Kakankemenag Morowali Utara Angkat Bicara Soal Suaminya Dituding Berselingkuh

Banjir pada tanggal 6 September 2024 Desa Towara, Bungintimbe, dan Molino Kecamatan Petasia Timur, menyebabkan rumah terendam air dan lumpur setinggi setengah meter dan  air bersih yang dikonsumsi warga berubah menjadi kecoklatan akibat rusaknya instalasi pipa di hulu sungai, menjadi puncak dari kemarahan masyarakat.

Menurut warga, banjir tidak pernah separah itu.  Dulu ada banjir tapi hanya di sungai saja, tidak pernah sampai meluap ke pemukiman dan jalan serta menganggu air bersih.

Sejak tambang mulai beroperasi menggusur tanah dan membongkar hutan, banjir bercampur lumpur mulai terjadi.

Geruduk Kantor Bupati Morut, Warga Towara Ajukan 7 Poin Tuntutan
Warga Desa Toawara yang  tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Towara Peduli dan didominasi oleh perempuan, Kamis (19/9/2024), melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Morowali Utara (Morut). Foto: Istimewa

“Selama beberapa tahun terakhir banjir seperti ini, dan telah menjadi langganan di setiap musim hujan,” kata warga saat aksi unjuk rasa.

Baca jugaBupati Morowali Utara Dipolisikan, Polda Sulteng Tunda Penyelidikan Libatkan Cakada

Paska banjir hingga saat ini air bersih tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Masyarakat kesulitan mencari air bersih terutama perempuan yang setiap hari mencuci dan memasak.

  Bupati Delis Melepas Rombongan Guru Peserta Studi Tiru ke Bantul Provinsi DIY