Senin, 26 Januari 2026

Geruduk Kantor Bupati Morut, Warga Towara Ajukan 7 Poin Tuntutan

Geruduk Kantor Bupati Morut, Warga Towara Ajukan 7 Poin Tuntutan
Warga Desa Toawara yang  tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Towara Peduli dan didominasi oleh perempuan, Kamis (19/9/2024), melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Morowali Utara (Morut). Foto: Istimewa

Bagi yang memiliki uang terpaksa harus membeli air dengan harga Rp 80.000 untuk 1000 liter. Itupun  hanya dipakai selama tiga hari untuk mencuci, mandi, dan memasak.

Selain itu, untuk minum, beli air galon dengan harga Rp10.000. Warga yang tidak memiliki uang terpaksa harus mencari air bersih ke desa tetangga dengan jarak tempuh 3 – 4 km.

Diduga yang menyebabkan terjadinya banjir dan tercemarnya air bersih, akibat aktivitas pertambangan nikel PT Kenz Ventura dan PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) di hulu sungai dan pegunungan.

Baca juga: Ratusan Peserta Ramaikan KPU Fun Run Morowali Utara  2024

Dua perusahaan ini merupakan pemasok utama ore ke PT Gunbestur Nikel Industry di kawasan Stardust Estate Invesment (SEI).

Berdasarakan analisis spasial Walhi Sulteng, di Kabupaten Morowali Utara terdapat 38 Izin IUP Operasi Produksi dengan luasan 69.156 ha 2020 – 2022. Terletak hampir di sepanjang lansekap pengunungan Morowali Utara.

Selain itu juga dampak abu batu bara dari kawasan SEI dan jalan holing akivitas kendaraan perusahaan, dengan terpaksa warga harus menutup rumah setiap harinya untuk menghindari paparan abu. Anak anak sekolah setiap hari harus menggunakan masker tebal. Penyakit sesak nafas batuk – batuk mulai masif dirasakan masyarakat dalam satu tahun terakhir.

Olehnya, Forum Komunikasi Masyarakat Towara Peduli dalam aksi tersebut mengajukan tujuh poin tuntutan;

  1. Segera tangani Polusi Udara/Debu jalan holing dan PLTU
  2. Pemda Morowali Utara buka informasi perusahaan apa saja yang beroperasi di Petasia Timur
  3. Pemerintah segera memperbaiki Sumber mata air Putemata tercemar
  4. Evaluasi semua izin perusahaan yang beroperasi di Towara Kec Petasia Timur dan Morowali Utara
  5. Transparansikan kewajiban lingkungan kepada masyarakat
  6. Kesehatan reproduksi perempuan terancam akibat tercemarnya sumber air karena tambang. (***/red/teraskabar)