Sabtu, 24 Januari 2026
Home, News  

Gubernur Rusdy Mastura Menyapa Kades se-Sulteng, Paparkan Prestasi dan Program Unggulan

Gubernur Rusdy Mastura Menyapa Kades se-Sulteng, Paparkan Prestasi dan Program Unggulan
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menyapa Kades se-Sulteng, Ahad (1/9/2024). Foto: Humas Pemprov

Pada saat ini, status Desa Sangat Tertinggal di Sulteng sudah tidak ada atau telah berhasil dientaskan.

“Tugas kita ke depan melakukan pembangunan yang aplikatif yang bisa menyentuh masyarakat,” tegasnya berujar.

Sekaitan dengan harapan itu gubernur lalu menyebut sejumlah program pembangunan prioritas yang implementasinya akan berfokus dari desa.

Program digitalisasi desa disebut gubernur dapat memperluas akses informasi warga lewat tersedianya layanan internet gratis yang pembiayaannya dari dana desa.

Lalu petani millenial sebagai upaya menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian yang terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi guna meningkatkan hasil-hasil pertanian.

Baca jugaPejabat Negeri Paman Sam Temui Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama

Sektor hortikultura dinyatakan gubernur akan lebih ditingkatkan ke depan agar dapat berkontribusi bagi PAD karena diakuinya Sulteng memiliki potensi hortikultura yang sangat besar dan diestimasi mampu menyuplai kebutuhan pangan masyarakat IKN, daerah industri logam di wilayah timur Sulteng dan ekspor ke mancanegara.

Durian Negeri Seribu Megalit sebagai contohnya sangat diminati Cina dan diakuinya lagi bahwa Sulteng sudah diberi lampu hijau dari Kemenkomarves untuk mengekspor langsung durian lewat pelabuhan Pantoloan sebagai pintu gerbang pengiriman.

Gubernur juga sedang gencar melakukan program Inseminasi Buatan (IB) antara sapi lokal dengan sapi-sapi unggul dari varitas Limosin, Angus, Brahma dan Wagyu dengan tujuan menghasilkan keturunan sapi berkualitas unggulan.

Tanaman kelapa varitas ‘Renja’ dari hasil persilangan antara kelapa Buol, kelapa Bangga dan kelapa Halmahera juga diharapkan dapat dibudidayakan petani karena varitas ini memiliki keunggulan berupa pohon tidak terlalu tinggi, berbuah banyak dan tahan pada kondisi ekstrim.

Ia juga meminta kepala desa proaktif memotivasi warganya agar mau berwirausaha dan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga lunak hanya 6% supaya usaha-usaha bidang hortikultura lebih cepat berkembang dan berdampak meningkatkan kesejahteraan warga.

  Senam Germas di Petasia Barat Berlangsung Meriah, Dihadiri Bupati Morut

“Digitalisasi (desa) adalah trigger (pemicu) masyarakat untuk mengakses pengetahuan dan mendorong majunya hortikultura,” tuturnya merangkum upaya-upaya yang ditawarkan ke pemerintah desa.

Pertemuan virtual yang dipandu oleh Kadis Kominfosantik mendapat respon positif dari seluruh kepala desa yang dengan kompak menyatakan siap kolaborasi dalam implementasi program-program tadi demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan desa.

“Ke depan fokus kita tidak hanya membangun ekonomi tapi kita (juga) membangun peradaban karena orangtua kita 3000 tahun yang lalu sudah (membuktikan) bisa membangun megalit,” serunya yang mengangkat megalit sebagai sumber inspirasi dan pengetahuan dalam membangun Sulteng. (red/teraskabar)