Senin, 12 Januari 2026
Home, News  

Gubernur Sulteng Luncurkan Program “Berani Donor Darah” di HUT ke-80 PMI

Gubernur Sulteng Luncurkan Program “Berani Donor Darah” di HUT ke-80 PMI

Palu, Teraskabar.id – Semarak perayaan HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80 di Sulawesi Tengah berlangsung meriah sekaligus penuh makna. Mengusung tema “Tebarkan Kebaikan, Perkuat Solidaritas Kemanusiaan, Berani Sehat, Berani Donor Darah”, PMI Sulteng meluncurkan program unggulan Berani Donor Darah sebagai terobosan untuk mendukung Program BERANI Sehat serta memperkuat ketersediaan darah di Provinsi Sulawesi Tengah

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Prof. Moh. Yamin, Ahad pagi (28/9/2025), dipadati ribuan peserta dari berbagai kalangan. Acara ini diisi dengan kegiatan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, olahraga zumba bersama, hingga berbagi 1.000 porsi makanan gratis berupa bakso untuk masyarakat.

Kemeriahan HUT PMI ke-80 juga diwarnai dengan penandatanganan MoU pelaksanaan donor darah bersama mitra strategis, pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan zumba, donor darah massal, hingga berbagi 1.000 porsi makanan gratis berupa bakso untuk masyarakat.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid hadir bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido dan Ketua TP-PKK Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan. Melalui program ini, PMI Sulteng mengajak masyarakat untuk menebar kebaikan, memperkuat solidaritas, dan memastikan ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Gubernur Anwar Hafid memberikan apresiasi kepada PMI Sulteng yang terus menjadi garda terdepan dalam urusan kemanusiaan. Menurutnya, donor darah adalah amal ibadah yang mulia karena darah merupakan “penyambung kehidupan” yang tidak bisa didapatkan di luar upaya kemanusiaan.

“Di dalam ajaran Islam disebutkan khairunnas anfa hum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Donor darah adalah amal ibadah yang sangat tinggi nilainya, karena menolong orang yang sangat membutuhkan,” tegas Anwar.

Menurutnya, kebutuhan darah di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala mencapai 2.000 kantong per bulan, sementara PMI baru bisa menyediakan sekitar 1.800 kantong.

  Apresiasi Penurunan Angka Pengangguran di Sulteng, Gubernur Rusdy: Tingkatkan Koordinasi dan Kolaborasi

“Masih ada kekurangan yang harus kita penuhi bersama. Karena itu, saya berharap program Berani Donor Darah menjadi gerakan bersama di masyarakat, instansi pemerintah, sekolah, hingga perusahaan swasta,”sebutnya.

Ia juga mengajak agar kegiatan donor darah dijadikan agenda rutin. “Mari kita jadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat. Dokter bilang donor darah bisa membuat tubuh sehat. Karena itu, pemerintah daerah siap mendukung, dan akan menjadwalkan donor darah rutin setiap tiga bulan di kantor gubernur,” tambahnya.

Ketua PMI Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si., menegaskan komitmen organisasi yang dipimpinnya untuk terus mendukung program pemerintah Berani Sehat.

Berdasarkan pendapatnya, Berani Donor Darah adalah program turunan dari BERANI Sehat yang sangat mulia karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kebutuhan darah akan selalu ada. Kita semua harus siap berbagi. Tidak ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan darah selain partisipasi masyarakat. PMI akan terus bergerak, melibatkan generasi muda, relawan, dan semua pihak untuk memastikan tidak ada lagi pasien yang kesulitan mendapatkan darah,”jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa PMI membutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, hingga masyarakat luas, agar kebutuhan darah di Sulawesi Tengah terpenuhi.

Perayaan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya : Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Ketua DPRD Provinsi Sulteng, HM Arus Abdul Karim, Ketua TP-PKK Ny. Hj.Sry Nirwanti Bahasoan, Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., jajaran Forkopimda Sulteng, pengurus PMI kabupaten/kota se Sulteng, serta ribuan relawan dan masyarakat.

Untuk memeriahkan acara, PMI Sulteng  juga memberikan paket sembako kepada 80 pendonor pertama sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PMI dengan pemerintah daerah, Universitas Tadulako, perbankan, perhotelan, perusahaan swasta, asosiasi pembiayaan, hingga jajaran TNI melalui Komando Daerah Militer XXIII/Palaka Wira. MoU ini menjadi komitmen bersama untuk memperluas gerakan donor darah di Sulawesi Tengah.

  Serap Aspirasi Langsung Nelayan, Pemprov Siapkan Sarasehan Kelompok Nelayan Se-Sulteng

Di penghujung acara, Gubernur Anwar Hafid bersama Ketua TP PKK Prov Sulteng turut mendonorkan darahnya. (red/teraskabar)