Selasa, 13 Januari 2026
News  

Gubernur Sulteng Singgung PT ANA di Hadapan Menteri ATR/BPN Soal Lahan Sawit

Gubernur Sulteng Singgung PT ANA di Hadapan Menteri ATR/BPN Soal Lahan Sawit
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura foto bersama Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto di kantor Kementerian ATR/BPN, Selasa (10/1/2023). Foto: Biro Adpim Setdaprov

Ambo Enre hanya segelintir dari ratusan petani yang menjadi korban dugaan perampasan lahan oleh PT ANA.

Menurut anggota Serikat Petani Petasia Timur ini, ratusan petani senasib dengan dirinya yang telah kehilangan lahan bertani akibat perampasan lahan oleh PT ANA. Padahal, lahan tersebut telah digarap para petani, jauh sebelum kedatangan PT ANA ke Morowali Utara.

Ia bersama orangtuanya telah bermukim dan menggarap lahan tersebut sejak 1993. Kemudian, PT ANA mulai datang ke Morowali Utara pada 2006 dan menjanjikan kesejahteraan kepada para petani.

Baca jugaPT ANA Diminta Hentikan Aktifitasnya di Morowali Utara, Beroperasi Tanpa HGU

“Di atas lahan yang dirampas PT ANA, masih ada berdiri pondok kami yang menjadi bukti bahwa sebelum PT ANA datang mencaplok lahan kami, kami telah menggarap lahan tersebut,” ujar Ambo sambil sesekali menghapus air matanya dengan tisu yang kebetulan ada di atas meja rapat komisioner Komnas HAM Perwakilan Sulteng.

Ironisnya lanjut Ambo, pemerintah daerah memberi apresiasi  bahwa PT ANA mendatangkan kesejahteraan kepada warga.

“Masyarakat mana itu yang telah disejahterakan dengan kedatangan PT ANA, justru sebaliknya, kesengsaraan  yang dialami ratusan petani di wilayah itu,” kata Ambo.

Ambo mencoba untuk lebih banyak menyampaikan kondisi yang dialaminya bersama keluarganya serta ratusan petani di Petasia Timur.  Tapi beberapa kali Ambo Enre terlihat terbata-bata berbicara karena mencoba meredam kesedihannya setiap kali menyinggung kebrutalan PT ANA dan diskriminasi perlakuan yang telah dialaminya selama ini.

  Pastikan Hak Pilih Anak Binaan, Kepala LPKA Palu Hadiri Rakor DPTb KPU Kota Palu