Morowali, Teraskabar.id – Hari Kartini di Morowali diperingati dengan penuh semangat melalui upacara yang dipimpin langsung Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Soldadu, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah dan menghadirkan berbagai unsur pemerintah serta tamu undangan. Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak pembangunan.
Selain itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Daerah menginisiasi peringatan tersebut dengan mengusung tema “Kartini Masa Kini: Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif dalam Memperkuat Pemberdayaan Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema ini tidak hanya relevan, tetapi juga mendorong refleksi kolektif terhadap posisi perempuan di era modern.
Perempuan sebagai Subjek Pembangunan
Dalam amanatnya, Iriane Iliyas menegaskan bahwa perempuan saat ini memegang peran strategis dalam berbagai sektor. Oleh karena itu, ia menolak pandangan lama yang menempatkan perempuan hanya sebagai objek pembangunan. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa perempuan kini bertindak sebagai subjek aktif yang mampu menciptakan perubahan nyata melalui inovasi dan kreativitas.
“Perempuan hari ini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi penggerak utama pembangunan. Mereka mampu menciptakan perubahan melalui ide, kreativitas, dan inovasi yang berdampak luas,” ujar Iriane Iliyas dalam amanatnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Morowali terus memperluas akses pendidikan bagi perempuan. Kemudian, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui berbagai program pemberdayaan. Di sisi lain, pemerintah daerah memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak agar tercipta lingkungan yang aman dan setara.
Tidak hanya itu, Iriane juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dengan demikian, ia berharap setiap perempuan di Morowali dapat hidup dengan aman, dihargai, serta memiliki peluang yang sama di berbagai bidang kehidupan.
Hari Kartini di Morowali: Apresiasi dan Sinergi Lintas Sektor
Sementara itu, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi perempuan. Ia menilai perempuan memiliki kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
Di samping itu, peringatan Hari Kartini di Morowali juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Yusman Mahbub, Ketua TP-PKK Morowali Ny. Darmayanti Iksan, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Fawakihah Yusman Mahbub. Kehadiran para pimpinan OPD dan perwakilan dari tingkat provinsi semakin memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong kesetaraan gender.
Hari Kartini di Morowali: Seminar dan Penguatan Peran Keluarga
Selanjutnya, panitia menutup kegiatan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Setelah itu, peserta mengikuti seminar bertema Kartini masa kini. Dalam sesi tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawaty V. Windarrusliana, memaparkan pentingnya perempuan yang inspiratif, kreatif, dan inovatif dalam memperkuat pemberdayaan menuju Indonesia Emas 2045.
Kemudian, Abdul Malik Hafid menyampaikan materi tentang penguatan keluarga. Ia menekankan bahwa keluarga yang kuat mampu menjadi benteng utama dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, ia mendorong peningkatan kesadaran kolektif dalam membangun relasi keluarga yang sehat.
Momentum Menuju Indonesia Emas 2045
Dengan demikian, Hari Kartini di Morowali tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan. Bahkan, kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa perempuan memiliki kapasitas besar untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Akhirnya, melalui peringatan Hari Kartini di Morowali, pemerintah daerah berharap lahir lebih banyak perempuan tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Dengan langkah tersebut, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 semakin mendekati kenyataan. (G)






