Sabtu, 24 Januari 2026
Home, News  

Hidayat Akan Lanjutkan Program Peningkatan Akhlak bagi Anak Sekolah di Kota Palu

Hidayat Akan Lanjutkan Program Peningkatan Akhlak bagi Anak Sekolah di Kota Palu
Cawali Kota Palu Hidayat pada kampanye terbatas di Kelurahan Lasoani, Rabu malam (16/10/2024). Foto: Tim HANDAL

Palu, Teraskabar.id – Calon Wali (Cawali) Kota Palu nomor urut 1, Dr. Hidayat, M.Si., menegaskan, jika terpilih kembali pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024 ini, ia akan melanjutkan sejumlah program kerjanya untuk kepentingan masyarakat, termasuk soal meningkatkan akhlak generasi penerus di Kota Palu melalui program Baca Tulis Alquran (BTQ).

Hal itu dia sampaikan dihadapan sejumlah warga pada kampanye terbatas di Kelurahan Lasoani, Rabu malam (16/10/2024).

Menurutnya, kurikulum Sekolah Dasar (SD) tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) saat ini hanya diperoleh 4 jam dalam sepekan, bahkan sebelumnya hanya 2 jam. Sedangkan siswa/siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah menengah Atas (SMA) hanya mendapatkan 3 jam kurikulum pendidikan agama tersebut.

Baca jugaHidayat-Anca Siapkan Skema Membangun Kota Palu Tanpa Membebani Warga

“Mana cukup hanya mendapatkan materi pembentukan karakter dengan ilmu agama pada anak-anak didik kita hanya selama 2-4 jam dalam sepekan,” katanya.

Oleh karena itu, kelak dipercaya kembali memimpin Kota Palu 5 tahun ke depan, ia akan menambah waktu anak-anak didik yang berada dalam lingkup Pemerintah Kota Palu, mendapatkan waktu tambahan pendidikan keagamaan dengan program BTQ.

Nantinya, anak-anak didik tingkat SD dan SMP akan diajar oleh guru-guru dari tamatan perguruan tinggi di Kota Palu seperti Universitas Alkhairaat dan Universitas Islam Negeri (UIN), sehingga ilmu yang mereka dapatkan di perguruan tinggi itu dapat diaplikasikan kepada anak didik kita sendiri.

“Jadi, anak didik kita khan sudah banyak waktunya mendapatkan pelajaran umum, baik tentang kebangsaan, perhitungan, sosial dll selama sepekan. BTQ ini kita harapkan bisa menjadi nilai tambah bagi anak-anak didik kita biar berimbang antara ilmu dunianya dan ilmu akhiratnya,” ujar Hidayat.

  Pelaku Curas di Counter Pink Cell dan Jambret Lingkar Untad Diserahkan ke Kejaksaan

“Guru-guru mereka kelak kita rekrut dari universitas seperti Alkhairaat dan UIN yang ada di Kota Palu,” sambung Hidayat yang disahuti tepuk tangan oleh masyarakat yang datang pada kampanye tersebut.

Baca jugaHidayat Ingatkan Bawaslu Jaga Pilkada Palu dari Praktik Curang

Kemudian lanjutnya, dalam program BTQ di SMP, anak-anak dapat belajar tulisan kaligrafi setelah belajar mengaji di sekolah dasar, sehingga ada kesinambungan. InsyaAllah hal ini dapat meningkatkan iman dan taqwa anak didik tersebut.

Saat menjabat Wali Kota Palu tahun 2016-2021, Hidayat mengatakan ratusan lulusan universitas Alkhairaat dan UIN Datokarama telah dilibatkan dalam program tersebut sebagai pengajar yang dibiayai oleh pemerintah. Hal itu sebagai bentuk komitmen Hidayat terhadap mutu pendidikan agama dan memberi peluang kepada lulusan universitas untuk mengabdi dan mengaplikasikan ilmu yang mereka dapati saat kuliah.

“Kelak, Insya Allah jika dikehendaki memimpin kembali, kita akan lanjutkan program itu, agar anak didik kita memperoleh ilmu agama yang cukup sehingga menjadi generasi yang lebih baik lagi,” katanya yang di amini semua peserta kampanye.

Salah seorang ibu rumah tangga yang hadir di kampanye itu mengatakan jika program yang disampaikan oleh calon wali kota yang dikenal dengan sebutan Pasangan Handal (Hidayat-Andi Nur B Lamkarate) itu, sangat menyukai visi-misi yang disampaikan Dr. Hidayat, M.Si., mengenai peningkatan akhlak anak didik melalui program tersebut.

Menurutnya, ia sepakat dengan program penambahan ilmu agama bagi anak-anak mereka itu karena akan lebih meningkatkan pemahaman mereka mengenai agama sehingga akan membentuk karakter generasi yang lebih baik lagi.

“Kami sangat setuju denga apa yang disampaikan pa Hidayat tadi,” sebut Ramlah.

Diketahui, saat menjabat Wali Kota Palu, Hidayat menambah program belajar agama bagi siswa dan siswi beragama Islam, Kristen (Protestan dan Katolik), Budha dan Hindu dan diberi sertifikat kelulusan Tambahan Jam Pelajaran Agama (TJPA). (red/teraskabar)