Senin, 12 Januari 2026
Ekbis, Home  

Inflasi Sulteng di Penghujung 2025 Capai 3,31 Persen

Inflasi Sulteng di Penghujung 2025 Capai 3,31 Persen
Plt Kepala BPS Sulteng Imron Taufik J. Musa. Foto: Tangkapan layar

Palu, Teraskabar.id – Inflasi Sulawesi Tengah (Sulteng) di penghujung tahun 2025, tepatnya selama bulan Desember 2025, berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Sulteng di 4 kabupaten/kota sebesar 3,31% (y-on-y).  Tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,14% dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 3,31%.

“Atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,16 pada Desember 2024 menjadi 110,71 pada Desember 2025,” kata Plt Kepala BPS Sulteng, Imron Taufik J Musa pada press rilis BPS, Senin (5/1/2026).

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sejumlah kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau  sebesar 5,68 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,92 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,50 persen; kelompok transportasi sebesar 1,37 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,30 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,99 persen; kelompok penyediaan makanan dan  minuman/restoran sebesar 3,01 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,04 persen.

“Memang kalau membandingkan dengan Desember 2024 ini, indikator inflasi y-on-y relative agak tinggi namun angkanya cenderung mengarah ke bawah. Trend penurunan tersebut imbas dari berbagai kebijakan yang telah diambil pemerintah daerah, komunikasi yang efektif lintas sectoral,” ujarnya.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,13 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,06 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen.

Inflasi Sulteng di Penghujung 2025, Andil Terbesar Emas Perhiasan

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Desember 2025, antara lain: emas perhiasan, beras, ikan lajang, ikan kembung, bahan bakar rumah tangga, ikan cakalang, ikan selar, Sigaret Kretek Mesin (SKM), cabai merah, minyak goreng, akademi/ perguruan tinggi, ikan goreng, telur ayam ras, kue basah, mobil, nasi dengan lauk, kue kering berminyak, bawang merah, Sigaret Putih Mesin (SPM), dan ikan katamba.

  Banjir Bandang Melanda Desa Huhak, Jalur Trans Sulawesi Tertutup Lumpur

Sedangkan  komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y pada Desember 2025, antara lain: tomat, cabai rawit, bawang putih, baju muslim wanita, telepon seluler, tissu, sepatu pria, dan blus wanita.

Sementara komoditas yang memberikan andil inflasi m-to-m, antara lain: cabai rawit, bawang merah, emas perhiasan, angkutan udara, daging ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, bensin, ikan selar, dan minyak goreng. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: ikan cakalang, ikan lajang, beras, tomat, dan jeruk nipis/limau.

Pada Desember 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,74 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen; kelompok transportasi 0,17 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,10 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,24 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,88 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi y-on-y, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga tidak mengalami perubahan indeks harga. (red/teraskabar)