Palu, Teraskabar.id – Kecelakaan kerja berujung maut terus berulang di lokasi operasional PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dalam catatan redaksi kurun tiga tahun terakhir, 2020 hingga 2023, setidaknya telah terjadi tujuh insiden kecelakaan kerja yang menewaskan karyawan saat operasional di area proyek perusahaan tambang nikel ini.
Daftar rentetan insiden kecelakaan kerja berujung maut di PT GNI Morowali Utara, terkini informasi kejadiannya terkonfirmasi dari keterangan resmi pihak perusahaan melalui Head of Corporate Communication GNI, Mellysa Tanoyo, yang menyampaikan bela sungkawa atas nama PT GNI kepada pihak keluarga karyawan PT Naga Rental Perkasa yang meninggal pada insiden kecelakaan kerja di area operasional PT GNI, Rabu (27/9/2023).
Kecelakaan tersebut terjadi di area pembuangan terak (slag) nikel, Rabu (27/9/2023) sekitar pukul 10.45 Wita. Dalam hal ini korban mengendarai eskavator yang digunakan untuk mengangkut terak (slag) nikel. Diketahui terak nikel sebelum dapat diangkut harus melalui proses pendinginan. Pada saat itu diketahui muncul letupan dalam proses pendinginan terak nikel.
Rentetan peristiwa kecelakaan kerja berujung maut lainnya, diperoleh media ini dari keterangan tertulis yang dikirim Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bersama Serikat Petani Petasia Timur dan Lokataru Foundation. Kedua lembaga ini mencatat rentetan peristiwa yang menelan korban jiwa selama pelaksanaan operasional PT GNI di Morowali Utara, Sulteng.

Selain bentrok antarkelompok pekerja asal China dengan pekerja lokal pada Sabtu (14/1/2023), Serikat Petani Petasia Timur dan Lokataru Foundation bersama KontraS mencatat rentetan kecelakaan kerja di PT GNI, setidaknya sejak 2020 ada 6 persitiwa lainnya yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.







