Minggu, 25 Januari 2026
Home, News  

Islamic Ralief Worldwide – BPBD Penguatan Mitigasi Bencana Berbasis Peran Tokoh Agama

Islamic Ralief Worldwide - BPBD Penguatan Mitigasi Bencana Berbasis Peran Tokoh Agama
Sekda Kota Palu Irmayanti membuka workshop penyusunan SOP darurat dan skenario simulasi, Kamis (6/11/2025) di Hotel Jazz Palu. Acara ini diinisiasi yayasan Islamic Ralief Worldwide di Indonesia. Foto: Kominfo

Palu, Teraskabar.id – Islamic Ralief Worldwide Gandeng BPBD Kota Palu dalam penguatan mitigasi bencana berbasis peran tokoh agama, Kamis (5/11/2025), bertempat di ruang pertemuan hotel Jazz Palu.

Wali Kota Palu diwakili Sekda Kota Palu, Irmayanti, S.Sos, MM., membuka workshop penyusunan SOP darurat dan skenario simulasi yang diinisiasi yayasan Islamic Ralief Worldwide di Indonesia tersebut.

Hadir pula Kalak BPBD Kota Palu Presley Tampubolon, Camat Palu Timur serta stakeholder terkait lainnya.

Adapun agenda utama pertemuan adalah giat yang dihubungkan dengan rencana penyelenggaraan kegiatan penyusunan SOP dan skenario simulasi untuk Masjid Jami Al Hidayah Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu dan Pura Agung Wana Kerta Jagadnatha Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Di kesempatan tersebut, Sekda Kota Palu menyampaikan apresiasi tinggi kepada Islamic Relief atas berbagai program bantuan pascabencana, termasuk inisiatif yang berfokus pada pemulihan dan peningkatan ketangguhan rumah ibadah.

Apresiasi ini kerena pertimbangan kontribusi Islamic Relief dalam:

Pelatihan Fasilitator Rumah Ibadah Tangguh Bencana (RITB): Islamic Relief bekerja sama dengan BPBD Kota Palu dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), menyelenggarakan pelatihan untuk memperkuat peran pemuka agama dan tempat ibadah dalam manajemen risiko bencana.

Islamic Ralief Worldwide -BPBD di Indonesia dalam program yang lebih besar bernama DROFLERD (Deepening Role of Faith Leaders and Religious Places in Disaster Risk Management), yang bertujuan untuk memperdalam peran pemuka agama dan tempat ibadah dalam manajemen risiko bencana di wilayah terdampak.

Sementara itu, Koordinator Area Sulteng Islamic Ralief Indonesia Fahmi menyebutkan bahwa

Islamic Relief Indonesia – BPBD Kota Palu menginisiasi program untuk melatih tokoh agama dan menjadikan rumah ibadah sebagai pusat kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Indonesia.

  Wagub Sulteng Pimpin Rakor Sinkronisasi Program Menuju 100 Hari Kerja

Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan sistem penanggulangan bencana yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis kearifan lokal, di mana rumah ibadah dan tokoh agama memainkan peran sentral dalam membangun ketangguhan komunitas. (red/teraskabar)