Gaza, Teraskabar.id – Serangan udara Israel terhadap Rafah di Gaza selatan setidaknya telah mengakibatkan 22 orang syahid, termasuk 18 anak-anak, pada Sabtu malam (20/4/2024) dan kejadian tersebut berlangsung hanya beberapa jam setelah Kongres AS memutuskan untuk mengirimkan kembali bantuan tambahan sebesar $26 miliar ke Israel.
Dalam beberapa pekan terakhir, Israel hampir setiap hari melakukan serangan udara di Rafah, sebuah kota di perbatasan Mesir di mana lebih dari 1 juta warga Gaza mencari perlindungan untuk menghindari serangan udara Israel di tempat lain di wilayah Gaza. Banyak di antara mereka yang tinggal di tenda-tenda, di tengah kekurangan pangan akut akibat pengepungan brutal Israel.
Baca juga: Pemprov Sulteng Undang Dubes Arab Saudi Berkunjung ke Palu
ABC News melaporkan, bahwa serangan Israel pertama di Rafah pada hari Sabtu (20/4/2024) telah mengakibatkan seorang pria, istrinya, dan anak mereka yang berusia 3 tahun syahid, menurut Rumah Sakit Kuwait. Istrinya sedang hamil, namun dokter berhasil menyelamatkan bayinya, kata rumah sakit.
Menurut laporan dari rumah sakit, serangan kedua Israel telah mengakibatkan 17 anak-anak dan 2 wanita dari keluarga besar yang sama syahid. Mohammed al-Beheiri mengatakan putrinya Rasha dan enam anaknya syahid. Salah 1 anak tersebut adalah bayi berusia 18 bulan. Istri kedua suami Rasha dan ketiga anaknya masih berada di bawah reruntuhan, kata al-Beheiri.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah bersumpah untuk menyerang Rafah dalam serangan darat, yang di mana telah diperingatkan oleh PBB dan kelompok hak asasi manusia lainnya bahwa akan membunuh sejumlah besar warga sipil Palestina yang tidak punya tempat untuk melarikan diri lebih jauh.
Baca juga: G7 Menolak Rencana Israel Untuk Serang Rafah
RUU yang disahkan Kongres diperkirakan akan disahkan Senat minggu depan. Presiden AS Joe Biden kemudian akan menandatanganinya. Reuters melaporkan, bahwa RUU tersebut memberikan bantuan sebesar $26,38 miliar kepada Israel dan mengganti biaya operasi militer AS untuk mendukung Israel.
Dari $26 miliar, $5,2 miliar dialokasikan untuk melengkapi dan memperluas sistem pertahanan rudal dan roket Israel. $3,5 miliar dialokasikan untuk pembelian sistem persenjataan canggih, $1 miliar untuk meningkatkan produksi senjata, dan $4,4 miliar untuk pasokan dan layanan lain yang diberikan kepada Israel.
Menanggapi pengesahan paket bantuan di Kongres, Hamas mengeluarkan pernyataan resmi yang mengatakan, “Kami menganggap langkah ini sebagai konfirmasi atas keterlibatan dan kemitraan resmi Amerika dalam agresi pemusnahan yang dilancarkan oleh tentara penjajah terhadap rakyat Palestina di wilayah Jalur Gaza, yang merenggut nyawa puluhan ribu syuhada tak berdosa, ppenghancuran sistematis kota-kota dan lingkungan pemukiman, serta seluruh fasilitas dan infrastruktur sipil di Jalur Gaza”.
Baca juga: Amerika Serikat Berikan Lampu Hijau untuk Mengirim Peralatan Militer ke Israel
Bantuan kepada Israel merupakan bagian dari paket belanja yang lebih luas yang juga akan mengirimkan $60 miliar ke Ukraina untuk melanjutkan perang dengan Rusia.
Presiden AS, Joe Biden dan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken tak tergoyahkan dalam dukungan dan komitmen mereka untuk mendanai agresi Israel di Gaza sejak dimulai pada bulan Oktober 2023, meskipun ada kritik keras dari elemen-elemen di Partai Demokrat mereka sendiri. Israel telah membunuh lebih dari 34.000 orang di Gaza, termasuk sekitar 14.000 anak-anak tak berdosa, dan hal ini telah dianggap oleh banyak pihak sebagai “Genosida”. (***/teraskabar)








