Morowali, Teraskabar.id – Kemeriahan Jalan Santai Hakordia 2025 membuka pagi Selasa (9/12/2025) dengan suasana penuh energi dan semangat kebersamaan. Kegiatan Jalan Santai Hakordia 2025, yang menjadi bagian dari Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, resmi dilepas oleh Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, dengan penuh senyum dan riang gembira. Sejak pukul 06.30 WITA, halaman Kantor Bupati Morowali dipadati para peserta dari berbagai unsur, yang hadir sebagai bentuk komitmen menuju pemerintahan bersih dan bebas korupsi.
Pada kesempatan itu, Bupati Iksan menegaskan bahwa Jalan Santai Hakordia 2025 bukan hanya kegiatan olahraga ringan, tetapi juga simbol penguatan budaya anti korupsi di lingkungan pemerintahan dan masyarakat Morowali. Kehadiran unsur pimpinan daerah pada momen ini memperkuat pesan bahwa upaya pencegahan korupsi harus dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan.
Semangat Kebersamaan di Jalan Santai Hakordia 2025
Pelepasan peserta berlangsung di Halaman Kantor Bupati Morowali, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah. Rute dimulai dari kantor bupati, kemudian melintasi Bundaran KTM, dan berakhir di Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Morowali. Para peserta tampak antusias mengikuti rute yang telah ditentukan.
Acara ini dihadiri Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas; Sekda Morowali, Drs. Yusman Mahbub, M.Si.; para asisten dan staf ahli; kepala OPD lingkup Pemkab Morowali; Ketua TP-PKK Morowali, Darmayanti Iksan; serta unsur Forkopimda Morowali. Kehadiran unsur pimpinan daerah menegaskan bahwa peringatan Hakordia bukan hanya seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen kepemerintahan yang bersih.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, jalan santai dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2025, saya buka dan lepas dengan resmi,” ucap Bupati Iksan sambil mengangkat bendera start, disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Makna di Balik Jalan Santai Hakordia 2025
Kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Inspektorat Daerah Kabupaten Morowali sebagai penggagas acara Hakordia 2025 mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya budaya antikorupsi. Jalan santai dipilih sebagai kegiatan publik yang mudah diikuti oleh seluruh kalangan, sekaligus menjadi simbol bahwa perjuangan melawan korupsi harus dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama.
Selain jalan santai, Inspektorat Morowali telah menggelar Sosialisasi Anti Korupsi di Aula Kantor Bupati Morowali pada Senin (8/12/2025). Sosialisasi tersebut menyasar aparatur pemerintah daerah dengan fokus pada penguatan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik koruptif.
Tema nasional Hakordia 2025, “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”, menggambarkan bahwa gerakan anti korupsi membutuhkan kontribusi seluruh komponen bangsa. Pemerintah daerah, masyarakat sipil, aparat penegak hukum, hingga generasi muda harus bersatu dalam satu semangat yang sama.
Sejarah Hakordia: Dari Dunia untuk Indonesia
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia atau Hakordia pertama kali ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 9 Desember 2003. Penetapan ini dilakukan setelah lahirnya United Nations Convention Against Corruption (UNCAC), sebuah perjanjian internasional yang mengatur upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di berbagai negara. Indonesia menjadi salah satu negara yang meratifikasi UNCAC dan mulai memperingati Hakordia setiap 9 Desember sejak tahun 2004.
Hakordia bertujuan membangun kesadaran global bahwa korupsi merupakan musuh bersama yang merusak sistem pemerintahan, ekonomi, serta kepercayaan publik. Melalui Hakordia, negara-negara di dunia diajak untuk meningkatkan komitmen dan mendorong agenda antikorupsi yang lebih kuat.
Di Indonesia, Hakordia diperingati setiap tahun melalui berbagai kegiatan, mulai dari kampanye publik, seminar antikorupsi, hingga aksi-aksi kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Setiap tahun, peringatan ini mengusung tema yang berbeda, namun semangatnya tetap satu: memperkuat integritas dan mewujudkan pemerintahan bersih.
Jalan Santai yang Penuh Pesan
Jalan Santai Hakordia 2025 di Morowali bukan sekadar olahraga pagi, tetapi momentum memperkuat kembali tekad bahwa pemerintahan bersih adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan yang menggabungkan edukasi, kebersamaan, dan gerakan fisik ini, pemerintah daerah ingin menegaskan bahwa pencegahan korupsi bukan hanya tugas lembaga pengawas, tetapi gerakan kolektif seluruh warga.
Dengan langkah-langkah kecil namun pasti, semangat antikorupsi diharapkan terus tumbuh dan mengakar di Morowali. Jalan santai ini menjadi simbol bahwa perjuangan melawan korupsi harus dilakukan tanpa lelah setiap hari, setiap waktu, dan oleh setiap orang. (Ghaff/Teraskabar/IKP).






