Sigi, Teraskabar.id – Gubernur Rusdy Mastura menghadiri Pembukaan Jambore Penyuluh Pertanian Tingkat Nasional Tahun 2023 dengan tema “Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian dan Pendukung Keberhasilan Provinsi Sulawesi Tengah Sebagai Penyangga Pangan Utama IKN”. Bertempat, di UPT. Diklat Pertanian Sidera. Senin, (6/11/2023)
Jambore tersebut dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI, Unsur Forkopimda Sulteng, Bupati/Wali Kota se-Sulteng, Kepala OPD Lingkup Provinsi Sulteng, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura se-Indonesia, serta Koordinator Penyuluh Pertanian se-Indonesia.
Pada kesempatan itu, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bersama rombongan serta para penyuluh se-Indonesia di Sulawesi Tengah Negeri Seribu Megalit.
Baca juga: Ribuan Pencinta Mobil Suzuki Kumpul Akbar 2022 di Jakarta Timur
Gubernur Rusdy juga menjelaskan bahwa Balai Karantina Kelas II Palu melansir, ekspor komoditi pertanian Sulteng sebesar 1.284 ton dengan nilai Rp9,8 miliar dalam dua kurun waktu terakhir. Untuk itu, sektor pertanian Provinsi Sulawesi Tengah masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
“Satu dari tiga poin yang menjadi fokus Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2023 ini adalah produktivitas. Untuk mewujudkan produktivitas pembangunan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memiliki 6 proposal prioritas pembangunan, di antaranya meluncurkan program Digitalisasi Desa, Smart Village di Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi dan pengembangan Kawasan Pangan Nusantara (KPN) seluas 1.123,56 Ha di Kabupaten Donggala,” ungkap Gubernur dalam sambutannya
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai menggarap potensi pertanian dengan membuka Kawasan Pangan Nusantara (KPN) yang disiapkan untuk mengantisipasi krisis pangan global. Selain itu, KPN juga dipersiapkan untuk memasok kebutuhan pangan di Ibu Kota Nusantara sebagai wilayah baru yang akan berkembang.
Baca juga: Sertifikat Kompeten Dapat Memacu Revolusi Budaya Kerja Penyuluh Pertanian
“Luas kawasan pangan nusantara ditargetkan seluas 15.000 hektare dengan komoditas utama jagung dan kedelai. Namun, untuk tahap awal, lahan yang dikerjakan baru sekitar 1.000 hektare,” tambah Rusdy.
Kemudian, Gubernur Sulteng juga mengajak para peserta jambore untuk bisa berkunjung ke tempat-tempat wisata untuk melihat patung-patung Megalit yang ada di lembah Napu, lembah Besoa, lembah Bada dan lembah Lindu.
“Mudah-mudahan kepopuleran situs budaya ini dapat menjadi daya tarik bagi industri pariwisata sekaligus memberi nilai tambah bagi pembangunan Indonesia secara keseluruhan,” harapnya.
Dalam arahannya, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman sekalian membuka secara resmi Jambore menyampaikan bahwa saat ini pertanian Indonesia sudah mengalami transformasi dari yang dulunya tradisional menjadi pertanian modern. Hal ini juga didukung dengan iklim tropis yang ada di Indonesia yang sangat cocok sebagai lahan pertanian dibandingkan daerah lain di dunia.
Baca juga: Gubernur Rusdy Mastura Canangkan Sulteng Negeri Seribu Megalit
“Indonesia adalah negara besar yang memiliki lahan yang luas dan tanah yang subur,” ucap Mentan RI.
Mentan RI juga mengajak Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), terus membantu para petani untuk meningkatkan produksi pertanian tahun 2024.
“PPL adalah pasukan terdepan untuk pangan yang menghidupi 270 juta penduduk Indonesia kedepan,” ujarnya.
Ia berharap, kedepannya Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia melalui program secara konsisten dan berkelanjutan.
Terakhir, Mentan menyampaikan, memberikan bantuan berupa traktor dan bibit untuk pertanian Sulawesi Tengah. (teraskabar)








