Selasa, 13 Januari 2026

Jambore Siaga Bencana BAPENA, Muhlis Katili: Teguhkan Solidaritas

Jambore Siaga Bencana BAPENA Muhlis Katili Teguhkan Solidaritas
Jambore Siaga Bencana BAPENA. Foto: Mukat

Gowa, Teraskabar.id – Jambore Siaga Bencana BAPENA kembali menjadi pusat perhatian para tenaga kesehatan di Sulawesi Selatan. Kegiatan yang dikenal juga sebagai Jambore Siaga Bencana (JAGANA) ini merupakan agenda tahunan yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) DPW PPNI Sulsel.

Dalam penyelenggaraan tahun 2025, Jambore Siaga ini sukses dilaksanakan di Kota Bunga Malino, Kabupaten Gowa, pada 11–12 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga perawat dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Lebih dari seribu peserta yang terdiri dari perawat dan relawan kebencanaan dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan hadir memeriahkan kegiatan ini. Jambore Siaga Bencana BAPENA tidak hanya berorientasi pada pembentukan fisik tangguh, tetapi juga pada peningkatan keilmuan dan keterampilan praktis.

Sejumlah kegiatan ilmiah seperti workshop manajemen bencana, pelatihan bantuan hidup dasar, hingga kompetisi tanggap darurat menjadi bagian penting dalam rangkaian acara ini.

Pada puncak kegiatan, dilakukan apel siaga bencana yang dipimpin langsung oleh perwakilan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Momentum tersebut menegaskan komitmen BAPENA PPNI Sulsel dalam membangun jejaring siaga bencana berbasis kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap peserta mampu berperan aktif sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana di daerah masing-masing.

Delegasi dari Kabupaten Luwu Timur tampil menonjol dalam Jambore tahun ini. Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari unsur BAPENA PPNI Luwu Timur dan PSC 119 Luwu Timur turut serta dalam berbagai agenda kegiatan.

Tim ini dipimpin oleh Hi. Sahmudin bersama Ketua PPNI sekaligus Ketua PSC 119 Luwu Timur, Muhlis Katili, serta Ketua BAPENA Luwu Timur, Ns. Very Mahjud, S.Kep. Dukungan juga datang dari Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, Sp.PK., dan Sekretaris Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Helmi Kahar, M.Tr.Adm.Kes.

  Tinjau Panen Jagung di Sumbawa, Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Keseimbangan Harga

Dalam keterangannya, Ketua PPNI Luwu Timur, Muhlis Katili menegaskan bahwa kegiatan Jambore Siaga Bencana menjadi ruang strategis bagi perawat untuk memperkuat peran kemanusiaan di tengah tantangan kebencanaan yang semakin kompleks.

“Kesiapsiagaan bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga tentang jiwa pengabdian dan solidaritas kemanusiaan. Melalui JAGANA, kita belajar bahwa menolong satu nyawa berarti menjaga masa depan bangsa,” ujarnya penuh semangat.

Pada penutupan acara, delegasi Luwu Timur berhasil dinobatkan sebagai Juara Terfavorit. Selain memperoleh piagam penghargaan dari panitia, mereka juga menerima bantuan alat oksigen konsentrat dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi tenaga perawat dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana.

Melalui Jambore Siaga Bencana BAPENA, semangat kolaboratif dan solidaritas antarperawat terus tumbuh untuk menjawab tantangan kemanusiaan di masa depan. (Ghaff/Teraskabar).