Palu, Terakabar.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menggelar kegiatan konsolidasi media untuk penguatan pemberitaan pada pengawasan tahapan pemilihan serentak tahun 2024, Jumat (8/11/2024), di Tanaris Coffe Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Bawaslu Sulteng Nasrun dan dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat yang didominasi kalangan jurnalis.
Nasrun saat membuka kegiatan menyampaikan hasil pemetaan kerawanan terkait pemilihan kepala daerah serentak di Indonesia, Sulteng menempati peringkat kelima dari lima besar daerah rawan tinggi secara nasional di Indonesia.
Dalam pemetaan kerawanan pemilihan kepala daerah kata Nasrun, Bawaslu memetakan dalam empat dimensi. Yaitu, dimensi konteks sosial politik, dimensi pencalonan, dimensi kampanye dan dimensi pungut hitung.
Dari keempat dimensi kata Nasrun, ada tiga dimensi yang menempatkan Sulawesi Tengah masuk dalam posisi 10 besar indeks kerawanan. Dimensi kampanye menurut Nasrun, menempati urutan ketujuh. Selanjutnya, pada dimensi pencalonan, Sulteng menempati urutan kedelapan dan untuk dimensi pungut hitung, Sulteng menempati urutan kedua.
“Sembilan belas hari kedepan kita akan memasuki hari pungut hitung,” ujarnya.
Secara nasional Sulawesi Tengah rawan dalam setiap dimensinya terkecuali dimensi sosial politik. Ia berharap melalui kegiatan ini media bisa bersinergi mengawasi proses tahapan pilkada 2024.
“Media merupakan bagian penting dalam proses pengawasan demokrasi,” tambahnya.
Terkait alasan mengapa Sulawesi Tengah berada di posisi rawan tinggi, Nasrun menjelaskan, bahwa pada tanggal 8 Desember 2022, Bawaslu secara nasional sudah merilis indeks kerawanan yang menempatkan Sulteng pada urutan keenam secara nasional. (fia/teraskabar)






