Senin, 12 Januari 2026

Kades Labuan Toposo Donggala Membuka Pendidikan Non Formal Untuk Warga Putus Sekolah

Kades Labuan Toposo Donggala Membuka Pendidikan Non Formal Untuk Warga Putus Sekolah
Peserta belajar paket B dan C saat mengikuti sosialisasi di kantor desa Labuan Toposo. Foto: Istimewa

Donggala, Teraskabar.id – Pendidikan merupakan kunci utama terbentuknya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas sehingga mampu bersaing dengan negara maju. Pemerintah terus memberikan perhatian penuh terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Sebagai salah satu upaya meningkatan SDM masyarakat, Pemerintah Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, membuka pendidikan non formal paket B dan C di desa tersebut. Langkah ini untuk meningkatkan kondisi pendidikan di desa dalam meningkatkan kesejahteraan di perdesaan.

Baca jugaDua Kasus Menonjol Terbaru di Ungkap Polres Donggala

“Tahun 2024, Pemerintah Desa Labuan Toposo telah membuka pendidikan non formal untuk paket B dan paket C. Kegiatan itu diperuntukan untuk warga,” kata Kades Labuan Toposo, Liswanto dihubungi media ini, Selasa (8/10/2024).

Liswanto mengatakan, pendidikan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, bangsa, dan negara. Tak terkecuali bagi desa. Desa yang tertinggal biasanya memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan desa yang maju akan dipenuhi orang-orang cerdas dan berpendidikan.

Oleh karena itu, lanjutnya, pendidikan sangat penting dalam menopang kehidupan manusia, khususnya di desa. Masyarakat yang berpendidikan memiliki pemikiran dan pengetahuan yang jauh lebih luas untuk memajukan desanya.

Baca juga: Nelayan di Donggala Dilatih Cara Membuat Perahu Berbahan Fiber

Ia menyebut masih banyak anak-anak di desa-desa yang tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Selepas tamat SMP/SMK langsung ikut orang tua bekerja serabutan.

“Begitulah pemandangan yang seringkali dijumpai di desa-desa, bahkan sampai saat ini masih dapat dijumpai. Hal itu terjadi karena masyarakat tidak paham akan pentingnya pendidikan bagi kehidupan,” ujarnya.

Liswanto menerangkan, sejak membuka pendidikan non formal untuk paket B dan paket C dl desanya, puluhan warga antusias mengikuti kegiatan belajar tersebut. Proses belajarnya dilaksanakan di kantor desa Labuan Toposo dan Rumah Belajar Sisere setiap hari Sabtu dan Minggu.

  Kades Aktif di Donggala Lolos PPPK

“Sudah ada 60 warga yang aktif belajar, dan akan bertambah jumlahnya yang ikut belajar. Harapan saya dengan program ini ada kesetaraan pendidikan bagi warga saya yang putus sekolah,” katanya. (jalu/teraskabar)