Senin, 12 Januari 2026

Kades Padabaho Wafat, Legislator Morowali Ahmad Hakim Ucapkan Belasungkawa

kades padabaho wafat legislator morowali ahmad hakim ucapkan belasungkawa
Kades Padabaho wafat, Legislator Kabupaten Morowali H. Ahmad Hakim ucapkan belasungkawa. Foto: Dok/Ghaff

Morowali, Teraskabar.id – Kabar duka datang setelah Kades Padabaho wafat pada Kamis (4/12/2025). Informasi meninggalnya Ihsan Rusli Tjabandu ini segera mengguncang masyarakat Desa Padabaho, Kecamatan Bahodopi, serta para tokoh daerah yang mengenalnya dekat. Kepergiannya itu menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, dan seluruh warga yang merasakan langsung kepemimpinannya. Pernyataan belasungkawa terhadap kabar Kades Padabaho wafat tersebut datang dari berbagai pihak, termasuk Legislator DPRD Morowali, H. Ahmad Hakim, SH.

Ahmad Hakim, yang juga Bendahara DPD PDIP Sulawesi Tengah, menyampaikan empati mendalam atas kepergian Ihsan Rusli Tjabandu. Kades Padabaho wafat meninggalkan teladan kepemimpinan yang kuat, merakyat, dan penuh kesungguhan dalam membangun desa.

Menurutnya, almarhum adalah sosok yang memulai pembangunan dari akar persoalan masyarakat, yakni penguatan desa sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Ahmad Hakim menegaskan bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi yang cerdas, berdedikasi, dan memiliki cita-cita besar untuk kesejahteraan masyarakat.

“Almarhum saya kenal baik. Mendiang memiliki cita-cita besar tentang Morowali yang menurutnya harus dimulai dari desa terlebih dahulu. Tentang bagaimana membangun sebuah tatanan masyarakat yang maju dan sejahtera,” ujar Ahmad Hakim.

Ia berharap semangat pengabdian almarhum dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin desa lainnya, terutama dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Belasungkawa juga datang dari jajaran pengurus DPC PDIP Kabupaten Morowali. Ketua DPC, Ardianto, menyampaikan bahwa seluruh struktur partai turut merasakan kehilangan atas wafatnya sosok pemimpin desa yang dikenalnya baik.

“Segenap pimpinan dan pengurus DPC PDIP Kabupaten Morowali turut berduka atas wafatnya saudara kita Ihsan Rusli Tjabandu,” ujarnya.

Ardianto menilai almarhum sebagai pemimpin yang mampu menjaga hubungan baik antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai stakeholder.

  Pengadilan Negeri Morowali Tinggal Menunggu Perpres Terbit

Ardianto menambahkan bahwa almarhum adalah figur yang mengutamakan dialog dan musyawarah dalam bekerja. Hal ini membuat masyarakat merasa dihargai dan dilibatkan dalam setiap proses pembangunan. Pendekatan yang humanis, tenang, dan sistematis dari almarhum menjadi ciri khas kepemimpinan yang akan dikenang banyak orang.

Kepergian Ihsan Rusli Tjabandu bukan hanya kehilangan seorang pemimpin administratif, tetapi juga hilangnya sosok kritis yang inovatif. Kehilangan ini mempertegas bahwa Kades Padabaho wafat bukan hanya kabar duka, tetapi juga perpisahan dengan figur penting dalam perjalanan pembangunan desa.

Wafatnya Ihsan Rusli Tjabandu menjadi momentum bagi semua pihak untuk melanjutkan cita-citanya. Nilai pengabdian, ketulusan, dan komitmen almarhum diharapkan tetap hidup melalui kerja-kerja nyata perangkat desa dan masyarakat yang ditinggalkannya. (Ghaff/Teraskabar).