Rencananya, Pemkot Palu akan memulai tahapannya melalui usulan penganggaran di APBD Perubahan 2023, setelah seluruh permasalahan soal izin lokasi eks HGU di Kelurahan Tondo sudah tuntas beberapa bulan ke depan. Penganggarannya pun nantinya bisa melalui APBD-P Kota Palu atau APBD Perubahan Provinsi. Bahkan, Pemkot Palu berupaya akan melobi agar bisa dianggarakan melalui Kementerian PUPR. Anggaran itu nantinya akan dialokasikan untuk pembiayaan infrastruktur menuju kawasan kota baru. Sehingga, sudah ada akses infrastruktur jalan menuju lokasi rancangan kawasan kota mitigasi atau kota baru.
“Dan alhamdulillah itu ( RTRW) sudah disetujui. Artinya, kalau lahan di Tondo sudah selesai izin penggunaannya maka berarti tidak lama lagi di kawasan itu akan dibangun Kota Baru. Karena lahan itu sudah milik kita,” ujar Hadianto.
Kota Baru untuk Tumbuhkan Kepercayaan Investor
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menjelaskan, pembukaan kawasan kota baru di Tondo perlu segera diwujudkan. Pemkot Palu menargetkan, awal 2024 ini pembangunan sarana dan infrastruktur sudah bisa dilakukan.
Hadianto mengungkapkan alasannya sehingga perlu membangun kawasan kota baru. “Kenapa kota baru ini dibutuhkan? Agar bisa menimbulkan kembali kepercayaan investasi,” kata Hadianto.
Pembangunan kawasan kota baru kata Hadianto, diyakininya bisa menjadi magnet untuk mendatangkan kembali investor ke Palu.
Baca juga : Dibangun di Aliran Sungai Mati Dianggap Pemicu Banjir Huntap Tondo Palu







