Selasa, 13 Januari 2026

Kebakaran di Kawasan IMIP Morowali: Safri Marah Besar

Kebakaran di Kawasan IMIP Safri Marah Besar
Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Safri marah besar atas kebakaran di kawasan IMIP Morowali. Foto: Musaf/Ghaff

Palu, Teraskabar.id– Suasana ceria di media sosial mendadak berubah serius ketika kabar kebakaran di kawasan IMIP menyebar luas. Insiden yang terjadi di menara scrubber PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) pada Minggu (12/10/2025) itu kembali membuka mata publik bahwa keselamatan kerja di kawasan industri raksasa yang berada di Kabupaten Morowali tersebut masih jadi pekerjaan rumah besar.

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, langsung angkat bicara. Ia menilai kebakaran di kawasan IMIP bukan insiden biasa, melainkan sinyal bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) belum dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“Peristiwa ini bukan kali pertama, dan itu berarti ada yang salah secara sistemik. Keselamatan pekerja harus jadi prioritas, bukan hanya formalitas,” ujar Safri dengan nada tegas, Rabu (15/10/2025).

Menurut Safri, insiden kebakaran di kawasan IMIP harus menjadi momentum untuk mengevaluasi total sistem pengawasan dan penerapan standar K3. Ia menilai perusahaan seperti IMIP semestinya sudah memiliki sistem yang ketat dan terukur.

“Kalau perusahaan besar saja masih lalai, bagaimana dengan industri kecil? Kita harus hentikan kebiasaan menormalisasi kecelakaan kerja,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan bahwa keselamatan kerja adalah soal nyawa, bukan sekadar administrasi. “Jangan sampai ada korban baru hanya karena kelalaian yang bisa dicegah. Ribuan pekerja di Morowali menggantungkan hidupnya di kawasan industri ini. Sudah saatnya pemerintah turun tangan,” tambahnya.

Safri juga menyoroti lemahnya pengawasan dari instansi terkait. Ia menilai pemerintah daerah harus lebih aktif memastikan penerapan K3 berjalan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. “UU jelas mengatur kewajiban perusahaan melindungi pekerja. Kalau masih ada kebakaran seperti ini, berarti ada pelanggaran serius,” katanya.

  KIM dan IBR Kolaborasi Gelar Lomba Bangka-Bangka, Hadiah Rp15 Juta

Tak hanya itu, Safri mendorong agar Gubernur Sulawesi Tengah segera turun tangan dan membentuk tim investigasi terpadu yang melibatkan Pemprov, DPRD, dan lembaga independen. “Tim ini penting untuk memastikan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh area industri. Jangan hanya reaktif setiap kali ada insiden,” tegasnya.

Dengan nada penuh harap, Safri menutup pernyataannya, “Kami tidak menolak investasi, tapi kami ingin investasi yang beradab yang menghargai keselamatan manusia di atas segala keuntungan,” pungkasnya. (Ghaff/Teraskabar).